Veronica saat meresmikan Toko Mitra Bank Jakarta (TMB) Difabel Shop di Jakarta.
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mendorong penguatan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas dan perempuan.
Hal ini disampaikan Veronica saat meresmikan Toko Mitra Bank Jakarta (TMB) Difabel Shop, sebuah toko modern yang dikelola penyandang disabilitas di Jakarta, akhir pekan lalu.
“Ini adalah contoh nyata kolaborasi untuk pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi penyandang disabilitas dan perempuan,” ujar Veronica, dikutip dari situs resmi KemenPPPA, Jumat (3/10).
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor — termasuk Bank Jakarta dan pemerintah daerah — menjadi langkah strategis dalam menciptakan peluang usaha yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, kita berupaya membangun sistem pendampingan yang membantu pelaku usaha menjadi mandiri dan kompetitif,” tambahnya.
Veronica berharap model TMB Difabel Shop dapat direplikasi di berbagai daerah dengan proses seleksi dan sistem yang terstruktur, sehingga manfaatnya bisa meluas dan memperkuat ekonomi lokal.
Selain itu, ia menilai partisipasi perempuan dapat diperkuat melalui pelibatan ibu-ibu PKK dalam ekosistem ekonomi lokal yang ramah gender. Pemerintah pusat dan daerah juga didorong untuk meningkatkan kualitas layanan publik demi mempermudah akses pelaku usaha disabilitas.
“KemenPPPA berkomitmen memastikan penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pelaku aktif dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Baca Juga: Wamen PPPA: Gizi Anak Hari Ini Tentukan Kualitas Masa Depan Bangsa
Menurut Veronica, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pembangunan Care Economy yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta Tujuan 10 (Mengurangi Kesenjangan).
“Kita tidak hanya membangun ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam agenda pembangunan global,” tutupnya.
