Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Pemerintah berhasil mencatatkan produksi pangan tertinggi sepanjang sejarah, 31 juta ton. Ini menjadi arah positif dalam mewujudkan swasembada pangan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan, namun juga harus terus ditingkatkan. Seluruh jajaran kementerian harus bekerja lebih keras, bukan terbuai dengan capaian yang ada.
“Ini prestasi besar yang sangat membanggakan, produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Kita boleh menegakkan kepala dengan penuh kehormatan, saya semula memberi waktu empat tahun untuk kembali swasembada, tapi tim pangan kita berhasil mencapainya hanya dalam satu tahun,” ujarnya, Senin, (20/10).
Selain itu, cadangan beras pemerintah di Bulog juga mencapai 4,2 juta ton per Juni 2025, menjadi stok terbesar sepanjang sejarah. Bahkan dalam kurun waktu satu tahun, Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak hingga 124,36 persen, ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani secara signifikan.
“Harga beli gabah kita naikkan menjadi Rp6.500 per kilogram. Pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan nakal yang memainkan harga dan menipu rakyat dengan menjual beras subsidi sebagai beras premium. Praktik seperti ini tidak akan kita toleransi dan akan ditindak tegas,” lanjutnya.
Program pencetakan sawah baru menjadi prioritas. Hingga Oktober 2025, telah tercatat 225 ribu hektare sawah baru, dan ditargetkan mencapai 480 ribu hektare pada akhir 2026. Langkah ini diambil untuk menggantikan lahan pertanian produktif yang setiap tahun susut akibat alih fungsi.
“Tantangan besar kita karena hampir 100 ribu hektare sawah hilang setiap tahun akibat alih fungsi, dijadikan kawasan industri, perumahan. Pabrik dan pembangunan memang kita butuhkan, tapi kalau lahan subur terus berkurang, dari mana kita akan mengamankan pangan? Kita harus segera mencetak sawah baru,” kata dia.
Tetapi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan swasembada pangan harus terwujud dan masyarakat harus sejahtera. Langkah pengawasan dan operasi pasar juga akan diperkuat di seluruh daerah.
”Harga beras secara nasional mulai turun. Tetapi dalam ratas terakhir, Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita semua agar harga turun karena stok kita banyak. Harga pangan kita intervensi dengan operasi pasar,” kata Mentan.
Baca Juga: Teddy Indra Wijaya, Pilar Komunikasi Publik di Pemerintahan Prabowo
Amran juga menyampaikan, operasi pasar akan bergerak paralel dengan pengawasan terhadap distributor dan pengecer beras di seluruh Indonesia. Sejumlah pihak termasuk Dirkrimsus, Kementan, Kemendag, Kemendagri, dinas terkait, dan Perum Bulog, harus berkolaborasi untuk melakukan pemantauan.
”Kata kuncinya, Bapak Presiden minta harga turun sesuai HET dengan penguatan pengawasan dan intervensi pasar Kami imbau distributor, pedagang, pengecer, tolong patuhi regulasi yang ada, ikuti HET. Kalau ada yang melanggar, dengan segala kerendahan hati, kami berikan surat teguran, kalau tidak diindahkan izinnya dicabut,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat pemerintahan Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma, menilai upaya swasembada pangan memang menunjukkan arah yang baik. Namun, beberapa catatan juga perlu menjadi perhatian, khususnya dalam gejolak harga beras yang sempat terjadi.
“Memang secara umum ini keberhasilan yang baik, jika rujukannya angka dan data yang ada. Tetapi di lapangan juga kan memang sempat ada gejolak, itu sebaiknya menjadi bahan evaluasi untuk tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran,” tuturnya.
Dia juga menyampaikan, berbagai program strategis Prabowo-Gibran, khususnya yang berkaitan dengan pangan, memang butuh dukungan semua pihak. Termasuk yang ada di lingkungan kementerian itu sendiri.
Sehingga, dia berharap Prabowo benar-benar bisa mengambil langkah tegas, jelas, dan berdampak lebih positif. Indikasi permainan antara oknum-oknum kementerian dan perusahaan nakal harus diberantas secara tuntas.
“Saya rasa Pak Presiden juga sudah sempat menyentil, jangan coba-coba mengambil langkah tidak sejalan. Ini artinya ada indikasi oknum nakal di Kementerian dan kalau Presiden sudah menyampaikan hal ini, tentu bukan hal yang main-main,” jelasnya.
