Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Indonesia dan Australia meneken Traktat Keamanan Bersama sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemitraan strategis di antara kedua negara.
Penandatanganan traktat tersebut dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).
Prabowo menegaskan, perjanjian keamanan bersama tersebut menjadi implementasi nyata atas tekad Indonesia dan Autsralia untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan nasional serta perdamaian dan stabiitas di Indo-Pasifik.
“Bagi Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” tutur Prabowo dikutip dari setneg.go.id, Senin (9/2).
Sementara itu, PM Albanese menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November tahun lalu.
“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah kemitraan strategis komprehensif kita,” ungkap PM Albanese.
Baca Juga: Eks Hakim MK Nilai Putusan MK Nomor 90 Picu Kondisi Indonesia Tak Baik-baik Saja
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa traktat tersebut menitikberatkan pada penguatan mekanisme konsultasi bilateral di bidang keamanan, bukan pembentukan aliansi militer atau inisiatif pertahanan baru.
“Ini bukan merupakan bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer, tidak ada yang kemudian seperti yang tadi disampaikan bahwa ancaman terhadap satu negara merupakan dipersepsikan sebagai bahaya juga atau bagi negara yang lain, tidak seperti itu. Ini adalah forum konsultasi tentang situasi keamanan di wilayah,” ujar Menlu Sugiono.
