Foto:Dok. MAI/TM
Jakarta, TM – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor Polri) mengungkap adanya dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang mengakibatkan terjadinya blackout di sejumlah wilayah Indonesia dan kerugian negara hingga Rp5 triliun.
Angka tersebut bukan hasil perhitungan akhir lantaran Polri masih harus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk melakukan audit investigasi secara resmi.
“Akibat perbuatan tersebut, ditambah dengan kerugian perekonomian terkait dengan terjadinya blackout, diindikasikan telah terjadi kerugian keuangan negara dan atau perekonomian negara kurang lebih Rp5 triliun,” kata Direktur Penindakan Kortas Tipikor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, dikutip Selasa (7/7).
Ia kemudian menjelaskan, setidaknya terdapat tiga modus yang diduga dilakukan dalam perkara tersebut. Pertama, adanya dugaan manipulasi dokumen kualitas batu bara yang dikirimkan atau dipasok. Kemudian, adanya manipulasi terkait dengan kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan yang mengakibatkan pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya atau yang riil.
Sementara itu, Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengumumkan bahwa perkara tersebut telah masuk tahap penyidikan sejak 4 Juli 2026 setelah penyidik mengumpulkan dokumen, meminta keterangan sejumlah pihak, dan menganalisis alat bukti yang diperoleh selama proses penyelidikan.
“Setidak-tidaknya penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara di PLTU oleh beberapa perusahaan yang terlibat, PT OBP dan PT BRA,” ungkap Totok.
Baca Juga: Kementerian Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR RI Sepakat Perkuat Kualitas MagangHub 2026
Sebelumnya diberitakan, sejumlah wilayah Indonesia mengalami blackout panjang seperti wilayah Sumatra, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jabodetabek.
Sejak itu, Polri bersama PLN mengungkap temuan awal terkait peristiwa tersebut. Dalam investigasi awal, gangguan pada jaringan transmisi listrik di Jambi diduga menjadi pemicu utama terputusnya sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra yang kemudian menyebabkan pemadaman meluas hingga Aceh.
