Foto:Dok. Istimewa
Jakarta,TM — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi mengusulkan subsektor ke-18 dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia: Ekonomi Kreatif Berbasis Modifikasi Otomotif. Inisiatif ini menempatkan kreativitas anak muda dalam dunia modifikasi kendaraan sebagai bagian sah dari industri kreatif nasional.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyampaikan gagasan tersebut dalam puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (31/10).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Staf Khusus Presiden Yovie Widianto, Walikota Solo Respati Ardi, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah.
“Modifikasi otomotif bukan sekadar hobi, tapi ekspresi seni, teknologi, dan inovasi yang menghasilkan nilai ekonomi baru,” tegas Kawendra.
“Banyak talenta muda Indonesia mampu mengubah kendaraan menjadi karya berkarakter dan bernilai tinggi,” sambungnya.
Gekrafs saat ini tengah menyusun peta jalan subsektor baru ini bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, komunitas otomotif, dan pelaku industri aftermarket. Tujuannya adalah membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor produk modifikasi Indonesia ke pasar global.
“Kita ingin dunia melihat Indonesia bukan hanya sebagai konsumen otomotif, tapi sebagai creative maker nation. Bangsa pencipta gaya dan inovasi,” ujar Kawendra.
Baca Juga: Wamen Veronica Bahas Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan di NTT
Modifikasi otomotif dinilai memiliki irisan kuat dengan desain produk, seni visual, teknologi digital, hingga pariwisata berbasis gaya hidup. Gekrafs berharap subsektor ini dapat memperkuat kolaborasi lintas industri dan membuka ruang baru bagi para kreator muda.
“Anak muda kita luar biasa. Mereka menjadikan garasi sebagai studio, bengkel sebagai laboratorium ide. Gekrafs akan terus menjadi rumah besar bagi mereka semua,” tutup Kawendra.
Diperingati setiap 24 Oktober, Hari Ekonomi Kreatif Nasional menjadi momentum untuk merayakan semangat inovasi dan kolaborasi para pelaku kreatif Indonesia.
Tahun ini, Gekrafs menggandeng Bank BRI dalam program BRI x Gekrafs Belanja Kreatif Nasional, yang menargetkan transaksi senilai Rp50 miliar di 20 wilayah Indonesia selama rangkaian acara Oktober Kreasi, Bulan Ekonomi Kreatif.
