Ilustrasi Pelecehan Seksual Foto.Dok: Thinkmedio.id
Jakarta, TM – Seorang guru mengaji berinisial HB di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah muridnya saat sedang mengaji.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram.
Sejauh ini, sebanyak enam anak telah mengadu menjadi korban pencabulan oleh guru ngaji itu.
Kasubnit I PPA Satreskrim Polresta Mataram, Aiptu Sri Rahayu, mengungkapkan dugaan pelecehan seksual tersebut telah dilakukan HB berkali-kali sejak 2022.
Menurutnya, pria tersebut melakukan pelecehan seksual dengan memegang bagian tubuh sensitif muridnya.
“Korban yang pertama itu bilang 12 kali (dilecehkan). Tapi saya rasa lebih, karena (HB menjalankan aksinya) setiap kali ada kesempatan,” kata Sri Rahayu, dikutip dari detik.com, Rabu (30/7).
Baca Juga: Oknum Guru di Serang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Seksual
Sri Rahayu memaparkan berdasar kesaksian korban, HB menjalankan aksinya ketika para murid sibuk menyimak pengajian.
“Ketika dilihat situasi aman dan ada kesempatan, dia cubit, rangkul (korban),” ujar Sri Rahayu.
Adapun kasus dugaan tersebut mencuat setelah seorang korban bercerita kepada temannya yang juga mengaji di sana. Ternyata, teman korban itu juga mengalami hal serupa.
Mereka kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tua masing-masing dan kemudian membuat laporan.
