Dok. Istimewa
Jakarta, TM – Mantan Menteri Agama Surya Dharma Ali meninggal dunia pada Kamis (31/7) pukul 04.18 WIB. Surya Dharma Ali menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mayapada.
Kabar duka ini pertama kali beredar melalui pesan singkat di WhatsApp dan segera dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabat. Almarhum yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini tutup usia di umur 68 tahun.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka atas wafatnya sahabat H Surya Dharma Ali pada hari ini, Kamis 31 Juli 2025, pukul 04.18 WIB di RS Mayapada Jakarta. Semoga Allah SWT menganugerahi tempat yang mulia bagi beliau. Aamiin,” demikian pernyataan yang beredar luas.
Jenazah Surya Dharma Ali nantinya akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 30, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. serta dimakamkan di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum, Cikarang, Bekasi.
Baca Juga: Mensos Ungkap Alasan 160 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri
Suryadharma Ali, lahir di Jakarta pada 19 September 1956, merupakan tokoh politik senior yang memiliki karier panjang di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan UKM pada Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009) sebelum dipercaya menjadi Menteri Agama pada periode 2009–2014 di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Di kancah politik, ia memimpin PPP sebagai ketua umum dari tahun 2007 hingga 2014. Kariernya sempat tersandung kasus hukum terkait penyelenggaraan haji yang membuatnya divonis 6 tahun penjara.
Namun karier politik Suryadharma Ali tak lepas dari kontroversi. Pada 23 Mei 2014, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana haji. Beberapa hari setelahnya, Ia mengajukan pengunduran diri sebagai menteri agama dan resmi mundur pada 28 Mei 2014.
Pasca mundur, internal PPP dilanda konflik kepengurusan yang cukup tajam. Hal ini memunculkan dua muktamar berbeda, satu di Surabaya yang dipimpin Romahurmuzy, dan satu lagi di Jakarta yang digelar oleh kubu Surya Dharma Ali yang mendukung Djan Farid sebagai ketua umum.
