Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Dok: Humas Kemnaker
Jakarta,TM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menyebut pemerintah bisa menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha dan buruh.
Nuel, sapaan akrab Immanuel, mengatakan hal tersebut usai menghadiri pembukaan International Labour Conference (ILC) ke-113 yang berlangsung sejak 2-3 Juni di Jenewa, Swiss, Senin (2/6).
“Semoga dengan hadirnya perwakilan pemerintah, pekerja/buruh, dan pengusaha (tripartit) Indonesia di ILC ini bisa menghasilkan sebuah regulasi yang bisa menjadi standar,” ujarnya.
Indonesia dalam konferensi ini, memprioritaskan tiga isu penting yang mencerminkan arah kebijakan ketenagakerjaan nasional sekaligus kepedulian terhadap isu global, yaitu regulasi untuk pekerjaan layak dalam ekonomi berbasis platform digital, perlindungan terhadap bahaya biologis di tempat kerja, dan pembahasan terkait transisi pekerja dari sektor informal ke formal guna memperluas jaminan perlindungan sosial dan kepastian kerja.
Baca Juga: Ratusan Perempuan dan Anak di Makassar Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Januari-Mei 2025
Konferensi yang mengusung tema “Advancing Social Justice: Reshaping The Future of Work in a Polarized World” ini menjadi momentum penting bagi dunia untuk memperkuat solidaritas global dalam menghadapi ketimpangan dan transformasi dunia kerja pascapandemi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi digital.
Kehadiran Indonesia dalam forum global ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Prabowo-Gibran untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam membela hak-hak pekerja, membangun hubungan industrial yang harmonis, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
“Pemerintah Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari solusi dunia kerja global. Kami ingin memastikan bahwa suara Indonesia didengar, dan standar yang dihasilkan relevan serta berpihak kepada kemanusiaan dan keadilan sosial,” kata Immanuel.
