Foto:Dok. Istimewa
Jakarta, TM – Militer Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera, di Samudra Atlantik Utara, Rabu (7/1), setelah melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut sejak berlayar dari perairan lepas pantai Venezuela.
Menurut laporan AFP, pemerintah AS menyatakan kapal tanker itu merupakan bagian dari “armada bayangan” yang digunakan untuk mengangkut minyak bagi negara-negara seperti Venezuela, Rusia, dan Iran, dalam praktik yang dianggap melanggar sanksi-sanksi Amerika Serikat. Penyitaan kapal dilakukan meski menurut laporan bahwa kapal tersebut dikawal oleh Angkatan Laut Rusia.
Dalam pernyataannya yang dibagikan di X (dulu Twitter), Kementerian Kehakiman AS, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Departemen Pertahanan menyatakan operasi ini didasarkan pada surat perintah pengadilan federal AS setelah kapal dilacak oleh kapal Penjaga Pantai AS USCGC Munro.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan beroperasi keluar masuk Venezuela. Pernyataan senada disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth yang menegaskan bahwa blokade AS terhadap minyak Venezuela berlaku sepenuhnya “di mana pun di dunia ini”.
“Blokade terhadap minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku sepenuhnya , di mana pun di dunia,” tegas Hegseth.
Baca Juga: Cegah African Swine Fever, Barantin Larang Masuknya Daging Babi dari Spanyol
Kapal tanker ‘Marinera’ sebelumnya dikenal sebagai Bella-1. Dalam beberapa minggu terakhir, kapal tersebut telah mengganti registrasinya ke Rusia, mengubah nama, dan para awak kapal dilaporkan mengecat bendera Rusia di lambung kapal tersebut.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, awak kapal tersebut kemungkinan akan dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum.
Penyitaan tanker ini terjadi kurang dari sepekan setelah pasukan khusus AS menculik Maduro dan istrinya dari Caracas pada 3 Januari 2026, lalu menerbangkan keduanya ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba.
