Kepala Bacadnas Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema (Foto:Dok. Istimewa)
Jakarta, TM – Rangkaian pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi aparatur sipil negara (ASN) resmi dimulai dengan pemberangkatan peserta dari Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Sebanyak 2.019 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga dilepas menuju enam lembaga pendidikan militer (lemdik) untuk menjalani serangkaian tes jasmani, psikologi, dan ideologi.
Enam lemdik yang menjadi lokasi pelatihan meliputi Rindam Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Lanud Atang Sendjaja, Pusdikkes TNI AD Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin, serta Lanud Halim Perdanakusuma.
Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Hengki Yuda, menegaskan bahwa seluruh peserta telah melewati seleksi administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan.
“Alokasi jumlah peserta seleksi kompetensi jasmani, psikologi, dan mental ideologi sejumlah 2.019 orang,” ujarnya di Lapangan Monas.
Sementara itu, Kepala Bacadnas Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema menekankan bahwa konsep pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer reguler, tetapi juga pada jiwa bela negara yang dimiliki seluruh anak bangsa.
“ASN merupakan potensi besar dalam sistem pertahanan negara. Ini adalah kekuatan terbesar,” tegasnya.
Dasar hukum pelaksanaan latsarmil ini adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk pertahanan negara, serta Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 3 Tahun 2021 tentang pembentukan, penetapan, dan pembinaan komponen cadangan. Hal ini sejalan dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) yang dianut Indonesia.
Gabriel Lema menambahkan, jiwa bela negara harus senantiasa hadir, baik dalam kondisi aman maupun darurat.
“Lewat proses pembentukan ini, kita semakin mengetahui kemampuan, kesiapan, dan kesiapsiagaan masyarakat dari berbagai profesi. Tujuannya memastikan pertahanan negara tetap terpelihara dan terjaga dengan baik,” katanya.
Baca Juga: Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan 47 Karung Beras Ilegal
Pelatihan dasar militer ini akan melibatkan sekitar 4.000 ASN dari kementerian/lembaga di Jakarta dan sekitarnya. Program dilaksanakan dalam dua gelombang, masing-masing berdurasi satu setengah bulan. Gelombang pertama dijadwalkan dibuka oleh Menteri Pertahanan
Sjafrie Sjamsoeddin di Lanud Halim Perdanakusuma pada 22 April mendatang.
Setelah menyelesaikan latsarmil, para ASN akan kembali ke instansi asal mereka, namun dengan status sebagai komponen cadangan (komcad) yang siap mendukung pertahanan negara bila diperlukan.
