Menteri PPPA Arifah Fauzi bertemu Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti. (Foto:Dok.kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan komitmennya untuk mencegah kekerasan terhadap anak, termasuk di lingkungan pendidikan.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyatakan bahwa hal inilah yang mendorong pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam pertemuannya dengan Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, beberapa waktu lalu, Arifah menekankan bahwa kolaborasi tersebut pun diharapkan dapat memperkuat pengasuhan berbasis keluarga dan masyarakat.
Arifah menegaskan bahwa membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman adalah gerakan bersama, bukan tugas satu pihak. Keluarga dan masyarakat, menurutnya, turut berperan besar dalam membentuk perilaku anak dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.
“Kemen PPPA siap berkolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang melindungi, menghargai, dan mengembangkan potensi mereka,” kata Arifah, dikutip dari kemenpppa.go.id, Jumat (21/11).
“Membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan sebuah gerakan bersama,” tambahnya.
Selain itu, Arifah menyambut baik pendekatan yang lebih kultural, humanis, dan tidak reaktif dalam pencegahan kekerasan, termasuk rencana penyempurnaan aturan agar lebih partisipatif dan berperspektif perlindungan anak. Ia menilai langkah ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kebijakan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
“Ini merupakan momentum penting untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh anak,” tuturnya.
Baca Juga: Pramono Anung Buka Suara Soal Harimau Kurus di Ragunan
Sebagai tindak lanjut, Menteri PPPA mendorong penyusunan aksi bersama yang terstruktur dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah yang disepakati mencakup penguatan materi parenting, pelaksanaan aksi bersama untuk pendidikan karakter, rapat koordinasi membangun kesadaran kolektif tentang budaya sekolah yang aman, serta rencana road show ke berbagai daerah.
Ia mengatakan pihaknya juga siap berkolaborasi dalam penyusunan aturan turunan PP TUNAS, termasuk penyelarasan regulasi di enam kementerian/lembaga yang berkomitmen menjalankannya.
“Anak-anak Indonesia membutuhkan sekolah yang bukan hanya bebas dari kekerasan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang membangun karakter, empati, dan kebajikan,” pungkas Arifah.
