Foto. Dok: Istimewa
Jakarta, TM – Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Olvy Andrianita diduga dicopot dari posisinya karena mengkritik pemerintah dalam menghadapi dinamika global.
Mengutip tempo.co pada Rabu (25/6), kalimat Olvy yang diduga berujung pada pencopotan itu ia tuturkan dalam Peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan 2025 di Auditorium Centre of Strategic and International Studies (CSIS) pada Jumat (20/6).
Dalam agenda itu, Olvy menyinggung Indonesia dan negara lain yang sedang menghadapi situasi sulit di tengah tantangan global. Dia pun mengatakan Indonesia masih tertinggal, bila dibandingkan kondisi di Afrika yang menurutnya lebih berupaya dan mampu beradaptasi.
Olvy pun mengakui pihaknya banyak mendengar keluhan dari para pengusaha dalam masalah keberlanjutan. Menurutnya, perusahaan tak mau bicara pelestarian lingkungan tanpa mendulang keuntungan, dan pemerintah mesti menyeimbangkan keduanya.
Terkait pencopotan itu, pihak Tempo melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Muhammad Suaib Sulaiman.
Suaib menjelaskan pelantikan beberapa pejabat baru, termasuk yang mengisi pos Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional, sudah dilaksanakan pada Senin kemarin, 23 Juni 2025. Namun, ia tak mengetahui alasan penggantian pejabat tersebut.
“Terkait dengan hal ini (dugaan Olvy Andrianita dicopot), dalam hal rotasi kebijakannya ada di Biro Organisasi dan SDM,” kata Suaib.
Baca juga:Kemenag Luncurkan Program Ngaji Fasholatan dan 1.000 Masjid Ramah Penyandang Disabilitas dan Lansia
Meski demikian, Suaib memastikan Olvy tetap bekerja di Kementerian Perdagangan. Namun, ia tak menyebut posisi baru Olvy tersebut.
Adapun Olvy diangkat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Kemendag per 6 Februari 2025. Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi dan pernah menjadi Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendag.
