Foto:Dok. prokopim.bekasikab.go.id
Jakarta, TM – Utusan Khusus Presiden dan Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan pemerintah akan membangun 140 ribu unit hunian vertikal pada 30 hektare lahan hasil hibah Lippo Group di Cikarang, Jawa Barat.
Tinjauan ini dilakukan sebagai tahap awal dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden. Nantinya, di atas lahan tersebut akan direncanakan menjadi kawasan pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pihak swasta, dalam hal ini Lippo Group, menyerahkan bidang tanah yang sangat luas 30 hektare kepada pemerintah, kepada negara, untuk membangun dan menyerahkan kepada rakyat yang belum memiliki rumah,” ujar Hashim saat kunjungan lahan di Cikarang, Jawa Barat pada, Minggu (8/3).
Pada kesempatan itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan keterbatasan lahan hunian di wilayah perkotaan sekaligus backlog perumahan.
Keterlibatan swasta, kata dia, juga merupakan salah satu bentuk pembiayaan yang dimungkinkan untuk menjalankan program pemerintah.
Sementara, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa langkah awal melalui tinjauan lokasi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
“Sesuai arahan Presiden, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional,” kata Rosan.
Baca Juga: Mulai 28 Maret Pemerintah Larang Anak Usia di Bawah 16 Tahun Akses Medsos
Melalui kolaborasi antara pemerintah, jelas Rosan, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan hunian ini dapat dirancang secara matang, baik dari sisi konsep pembangunan, mekanisme harga, maupun skema kepemilikan oleh masyarakat.
“Sehingga benar-benar dapat memberikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pernyataan niat dari Yayasan Pelita Harapan untuk menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia guna mendukung pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau,” tutup Rosan.
