Foto:Dok. Istimewa
Jakarta,TM — Usia muda bukan penghalang untuk menciptakan perubahan. Hal itu dibuktikan Anela Kaylea, remaja berusia 15 tahun yang aktif mengembangkan gerakan sosial melalui Hearty Kitchen.
Pada Sabtu (31/10), Anela mendapat kesempatan menjadi pembicara sekaligus pengajar (speaker and lecturer) dalam Youth Circulation Camp 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan The Coca-Cola Foundation.
Dalam kegiatan yang diikuti perwakilan dari 25 SMA di Jakarta tersebut, Anela berbagi ilmu mengenai cara membuat konten yang berdampak (impactful) sekaligus sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia.
Kehadiran Anela menjadi menarik karena materi yang dibagikannya tidak hanya berkaitan dengan kreativitas di dunia digital, tetapi juga pengalaman membangun gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai pendiri Hearty Kitchen, Anela memahami bahwa konten dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan, membangun kepedulian, dan mengajak lebih banyak orang terlibat dalam aksi sosial.
Youth Circulation Camp 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan gagasan, serta memperkuat peran mereka dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

Selain Anela, dua pembicara lain yang turut diundang adalah Said Abdullah Abri, Senior Vice President of ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatics, serta Haris Hendrik, delegasi US G20 Presidency.
Membangun Dampak Lewat Hearty Kitchen
Di balik kesempatan tersebut, terdapat perjalanan panjang Anela dalam membangun kepedulian sosial sejak usia dini.
Siswi kelas 11 Binus School Simprug ini mendirikan Hearty Kitchen pada 2019. Gerakan sosial tersebut berfokus pada tiga tujuan utama, yakni mengurangi kelaparan, mendukung akses pendidikan yang layak, dan mendorong pemberdayaan perempuan (women empowerment).
Ketiga fokus itu sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua tentang penghapusan kelaparan, tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas, dan tujuan kelima tentang kesetaraan gender.
Melalui Hearty Kitchen, Anela berupaya menjadikan kepedulian sebagai aksi nyata. Gerakan ini sekaligus menunjukkan bagaimana inisiatif yang berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan sosial dapat dikembangkan menjadi wadah untuk mengajak masyarakat berpartisipasi.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Anela saat berbagi pengetahuan dengan para peserta Youth Circulation Camp 2026. Ia tidak hanya berbicara tentang bagaimana sebuah konten menarik perhatian, tetapi juga pentingnya memastikan pesan yang disampaikan memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.
Dalam konteks gerakan sosial, konten memiliki peran strategis untuk memperluas jangkauan informasi, mengajak masyarakat memahami suatu persoalan, dan membuka peluang kolaborasi.
Namun, besarnya jumlah penonton bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Konten juga perlu dinilai dari kemampuannya membangun kesadaran dan mendorong tindakan positif.
Kreatif Membuat Konten, Tetap Memahami Hukum
Materi yang dibagikan Anela turut menyoroti pentingnya membuat konten secara bertanggung jawab dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, kreativitas perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai etika digital dan konsekuensi hukum dari informasi yang dipublikasikan.
Konten yang menarik tidak seharusnya mengabaikan kebenaran informasi, privasi, hak cipta, maupun hak orang lain. Terlebih, konten yang berkaitan dengan kegiatan sosial kerap melibatkan orang-orang yang membutuhkan bantuan dan berada dalam situasi rentan.
Karena itu, kemampuan mengemas pesan secara kreatif perlu disertai kesadaran untuk menjaga martabat subjek yang ditampilkan, memverifikasi informasi, serta memperhatikan ketentuan hukum yang relevan.
Pendekatan tersebut penting agar media sosial tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar popularitas, tetapi juga sarana menyebarkan informasi yang bermanfaat dan mendorong perubahan.
Bagi generasi muda, pemahaman ini menjadi bekal untuk memanfaatkan teknologi digital secara lebih bijak. Mereka dapat tetap kreatif dalam menyampaikan gagasan tanpa mengesampingkan tanggung jawab terhadap audiens dan masyarakat.
Diakui Emina, Juga Alumni Gadis Sampul 2024
Dampak positif yang dihadirkan melalui Hearty Kitchen turut mengantarkan Anela pada pencapaian lainnya.
Anela terpilih sebagai salah satu Emina 20 Under 20 sekaligus menjadi Face of Emina 2026. Pengakuan tersebut menambah daftar pengalaman yang dijalaninya sebagai remaja yang aktif mengembangkan diri sekaligus berkontribusi kepada masyarakat.
Di luar kegiatan sosial, Anela juga dikenal sebagai seorang harpist atau pemain harpa. Ketertarikannya pada musik dan aktivitas sosial memperlihatkan bagaimana minat serta kreativitas dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Anela juga merupakan alumni Gadis Sampul 2024, ajang yang menjadi bagian dari perjalanan pengembangan dirinya di usia muda.
Berbagai pengalaman tersebut memberinya ruang untuk berkembang dalam bidang yang berbeda, mulai dari seni, komunikasi, hingga gerakan sosial.
Meski demikian, keterlibatan Anela dalam Youth Circulation Camp 2026 menghadirkan pesan yang lebih luas daripada sekadar pencapaian personal. Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa anak muda dapat mengambil peran dalam menyebarkan pengetahuan dan menginspirasi sesamanya melalui pengalaman yang mereka bangun.
Melalui Hearty Kitchen, Anela memperlihatkan bahwa gerakan sosial dapat dimulai sejak dini. Sementara melalui kesempatan berbagi ilmu, ia turut mendorong generasi muda untuk menggunakan kreativitas secara bertanggung jawab.
