Foto: Dok. MAN/TM
Jakarta, TM – Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Pribudiarta Nur Sitepu menekankan peran penting orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
Hal itu ia ungkap merespons kasus dugaan perundungan di sekolah yang menyebabkan meninggalnya seorang anak berinisial KB (8) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Terkait kasus tersebut, Pribudiarta mengatakan kejadian ini merupakan peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak.
Pada 22 Juli 2025, pihak KemenPPPA telah mendatangi rumah keluarga korban di Indragiri Hulu untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya KB.
“Peristiwa ini telah melukai banyak pihak dan harus menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga anak-anak,” Pribudiarta, dikutip dari antaranews.com, Jumat (1/8).
Ia juga mengingatkan bahwa orang dewasa mestinya memahami bahwa anak adalah individu yang belum matang secara emosional dan moral.
Baca Juga: Wamen Veronica Tan: Resiliensi Anak Pekerjaan Rumah Bersama
Mereka, lanjut Pribudiarta, masih berada dalam tahap belajar memahami perbedaan antara benar dan salah.
“Dalam proses ini, anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat,” kata Pribudiarta.
KB adalah seorang siswa sekolah dasar berusia delapan tahun di Indragiri Hulu, Riau, meninggal dunia karena diduga mengalami perundungan yang dilakukan sejumlah kakak kelas di sekolah.
Imbas kejadian itu, KB akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat tengah dirawat di RSUD di Riau, pada Senin (26/5) dini hari.
Beberapa waktu saat masih hidip, orang tua korban menyebut korban sempat mengeluhkan sakit pada perutnya.
Orang tua korban lalu melaporkan kasus ini ke Polres Indragiri Hulu. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan otopsi yang hasilnya telah keluar pada 4 Juni 2025.
