Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tewasnya pengemudi ojek online yang terlindas rantis Brimob. (Dok. Sekretariat Presiden)
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi agar insiden meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob diusut secara tuntas dan transparan.
Prabowo mengecam keras insiden tersebut dan menyatakan kecewaannya atas tindakan aparat yang dinilai berlebihan.
“Saudara sekalian, sekali lagi saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya sudah perintahkan agar insiden semalam diusut secara tuntas dan transparan,” tegas Prabowo dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/8).
Baca Juga: Ojol Terlindas Baracuda Brimob, Mensesneg Minta Aparat Tetap Sabar
Ia menegaskan, aparat Brimob yang terlibat harus bertanggung jawab dan dihukum setegas-tegasnya sesuai hukum yang berlaku.
“Serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar dia.
Baca Juga: 7 Anggota Polri Diamankan Usai Rantis Brimob Lindas Driver Ojol
Sebelumnya diberitakan, seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8) malam. Affan tewas dilindas rantis Brimob yang tengah melintas dalam pengamanan demo di Jakarta.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menegaskan, sebanyak tujuh anggota Polri sudah diamankan setelah insiden pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Ketujuh anggota tersebut adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Abdul menjelaskan, mereka berada di dalam kendaraan itu saat insiden terjadi. Untuk itu, pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum bisa memastikan peran dari masing-masing pelaku.
