Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pimpinan lembaga negara dan ketua umum partai politik di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8).
Pertemuan ini digelar di tengah gelombang aksi demonstrasi yang masih berlangsung di sejumlah daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, serta Sekjen PKS Muhammad Kholid.
Dari unsur lembaga negara, tampak Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.
Usai pertemuan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pimpinan partai telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR yang melakukan pelanggaran, termasuk pencabutan keanggotaan, penghapusan sejumlah fasilitas, hingga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
“Mulai 1 September, pimpinan DPR menyampaikan akan ada pencabutan beberapa kebijakan, termasuk besaran tunjangan dan moratorium kunjungan kerja. Anggota DPR yang melakukan kekeliruan pun dicabut keanggotaannya,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Minta DPR Harus Peka Terhadap Masyarakat
Ia menekankan pentingnya wakil rakyat untuk peka terhadap aspirasi publik dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kebebasan berpendapat dijamin undang-undang maupun instrumen internasional, asalkan dilakukan secara damai.
“Anggota DPR harus selalu berpihak kepada rakyat. Kami menghormati kebebasan berpendapat sesuai ketentuan hukum nasional dan internasional, sepanjang penyampaiannya berlangsung damai,” tegas Presiden.
