Foto:Dok. Istimewa
Jakarta, TM – Setelah sukses menggelar konser “Simfoni dari Hati” di Jakarta, musisi Indonesia Ruth Sahanaya akan kembali melanjutkan perayaan 40 tahun kiprahnya di belantika musik Tanah Air di Surabaya pada 25 Oktober 2025 mendatang.
Penyanyi yang akrab di sapa Uthe ini mengaku sudah mulai melakukan berbagai persiapan agar tampil prima.
Ia kembali bekerja sama dengan musisi Tohpati sebagai penata musik dan rutin menjaga kebugaran fisiknya.
“Yang pasti sudah mulai lagi untuk workshop dengan Tohpati, kemudian mulai lagi untuk olahraga-olahraga,” ujar Ruth Sahanaya saat ditemui dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Senin (15/9).
Uthe juga kembali mendalami materi dari konser sebelumnya untuk membangun konsep yang lebih matang untuk penampilannya di Surabaya.
“Kemudian mendengar-mendengar lagi lagu-lagu atau aransemen yang pernah kita bawakan di konser yang tahun lalu kita adakan,” tambahnya.
Uthe mengungkapkan bahwa konser tunggal di Surabaya nanti juga akan menyajikan pengalaman yang berbeda.
Sejumlah nama besar seperti Adrian Khalif dan Ziva Magnolya akan diajak berkolaborasi dalam konser ini.
Silet Open Up yang turut meramaikan konser Ruth Sahanaya di Jakarta juga akan kembali tampil bersamanya di Surabaya.
“Untuk membedakan konser yang di Jakarta sama Surabaya. Jadi biar ada gimmick-gimmick yang berbeda juga, dengan otomatis lagu-lagunya juga agak berbeda,” jelas Ruth Sahanaya.
Konser di Surabaya nanti sebagai pembuktian eksistensi Diva 59 tahun ini di industri musik Indonesia.
Menurut dia, kunci untuk tetap relevan adalah dengan terus beradaptasi dan memiliki tanggung jawab profesi yang tinggi.
Ia menegaskan bahwa seorang musisi tidak boleh cepat puas hanya dengan beberapa lagu yang menjadi viral.
“Menurut aku kita harus tetap terus berkarya. Intinya itu, tanggung jawab profesi,” ujar Ruth Sahanaya.
Baca Juga: Pemerintah Sediakan Jutaan Lapangan Kerja Hingga Desember 2025
Salah satu strateginya untuk menjangkau pendengar yang lebih muda adalah dengan aktif mengikuti perkembangan tren musik saat ini.
Namun, ia menekankan pentingnya untuk tidak kehilangan identitas musik yang telah dibangunnya.
“Saya berusaha untuk mengikuti era-eranya si musik itu sendiri ya. Saya berusaha untuk melihat sekarang nih lagi sebenarnya apa sih (trennya)?” katanya.
“Tapi dengan catatan, tetap tidak menghilangkan karakter aku sendiri,” tambahnya.
