Kepala Badan Karantina Indonesia, M Sahat Panggabean (Foto:Dok. MAN/TM)
Jakarta, TM – Sebanyak 48 Ton Durian Indonesia resmi menembus pasar Internasional melalui ekspor langsung ke Tiongkok senilai 5,1 Miliar Rupiah.
Peresmian ini dilepas langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M Panggabean, Senin (15/12) di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Keberhasilan ini memutus ketergantungan jalur ekspor yang sebelumnya melalui Thailand, yang menjadi pintu masuk utama durian Indonesia ke Negeri Tirai Bambu.
Kebijakan ini juga membuka akses pasar bernilai tinggi bagi komoditas hortikultura unggulan Indonesia.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Kabarantin), Sahat Manaor Panggabean, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang negosiasi dan pemenuhan standar teknis yang ketat dari otoritas Tiongkok.
“Ini adalah realisasi ekspor perdana durian beku ke Tiongkok, yang merupakan wujud dari rangkaian proses panjang yang memakan waktu dua tahun, termasuk harmonisasi protokol karantina dan jaminan keamanan pangan,” Imbuh Sahat.
Baca Juga: Alumni Akabri 2000 Lepas Bantuan Kemanusiaan ke Wilayah Terdampak Bencana
Ia juga menambahkan, hingga kini Indonesia juga telah mengekspor salak, manggis, pisang, nanas, serta berbagai jenis tanaman hias yang permintaannya terus meningkat ke pasar Tiongkok.
Ekspor durian montong beku ini dikirim melalui delapan perusahaan nasional yang telah terdaftar dan memperoleh persetujuan ekspor. Pengiriman ini dilakukan pada momentum menjelang lonjakan permintaan durian di pasar Tiongkok seiring perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

Peresmian Ekspor Durian ke Tiongkok dilepas langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M Panggabean, Senin (15/12) di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto:Dok. MAN/TM)
Agus, salah satu petani durian mengeluhkan harga panen kerap berada di bawah harga acuan pemerintah yang membuat pendapatan mereka tidak sebanding dengan kerja kerasnya.
“ hasil panen durian dan harga jual harus seimbang, sedangkan ketika belum masa panen harga durian terbilang tinggi, namun ketika waktu panen harga durian anjlok,” tutur agus.
Pemerintah menilai kebijakan ekspor langsung ini berpotensi meningkatkan devisa negara. dengan terbukanya pasar bernilai tinggi seperti Tiongkok, Indonesia diharapkan mampu memperluas komoditas di pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat daya saing komoditas nasional di tengah persaingan global secara berkelanjutan.
