Dirut PT KAI Bobby Rasyidin saat meninjau Stasiun Bekasi. (Dok. PT KAI)
Jakarta, TM – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memastikan pelayanan dan integrasi layanan kereta berjalan optimal dengan meninjau langsung Stasiun Bekasi.
Bobby menyebut bahwa Stasiun Bekasi menjadi salah satu contoh bagaimana integasi lawanan kereta api mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Dengan pertumbuhan signifikan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun, kami ingin memastikan setiap detail pelayanan mulai dari operasional hingga fasilitas publik, benar-benar mampu menjawab kebutuhan pengguna transportasi modern,” ujar Bobby dikutip dari siaran pers Humas PT KAI, dikutip Jumat (29/8).
Baca Juga: Dirut KAI Tinjau KAI Commuter Manggarai-Bekasi
Senada, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kehadiran Stasiun Bekasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pihak KAI akan terus meningkatkan serta menghadirkan fasilitas publik yang berkualitas serta inklusif bagi semua kalangan.
“Banyak pelanggan kereta api jarak jauh kini tidak perlu lagi menuju Gambir atau Pasar Senen, cukup berangkat dari Bekasi. Hal ini sangat membantu masyarakat urban yang tinggal di jalur Commuter Line Jabodetabek, maupun mereka yang ingin melanjutkan perjalanan ke Manggarai untuk menggunakan Commuter Line Basoetta melalui integrasi transportasi,” ujar Anne.
Baca Juga: Kementerian PPPA Pulihkan 91 Anak Usai Diamankan dalam Aksi Demo di DPR
Data menunjukkan pertumbuhan positif pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) di Stasiun Bekasi. Jumlah pelanggan naik dari 854.811 orang pada 2023 menjadi 1.155.817 orang pada 2024, meningkat 35,2%. Pada semester I 2025, jumlah pelanggan sudah mencapai 650.629 orang.
Untuk pelanggan turun, angkanya juga meningkat dari 922.127 orang pada 2023 menjadi 1.130.278 orang pada 2024 atau naik 22,6%. Pada semester I 2025, pelanggan turun tercatat 632.961 orang. Angka ini mempertegas peran Stasiun Bekasi sebagai pintu naik-turun utama perjalanan jarak jauh di timur Jabodetabek.
Pertumbuhan juga tercermin dari layanan Commuter Line Jabodetabek. Pada 2023, volume pelanggan KRL di Stasiun Bekasi tercatat 9.426.792 orang, meningkat menjadi 10.847.952 orang pada 2024 atau tumbuh 15,1%. Hingga 26 Agustus 2025, jumlahnya sudah mencapai 7.299.901 orang.
