Foto:Dok. Dispenad
Jakarta,TM — Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan pentingnya kepemimpinan humanis bagi para calon komandan satuan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi harus hadir, peduli, dan membangun ikatan emosional dengan prajurit yang dipimpinnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada peserta pendidikan Calon Komandan Brigade/Resimen (Danbrig/Danmen), Calon Komandan Batalyon (Danyon), Calon Komandan Detasemen (Danden), serta Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4).
Dalam arahannya, Wakasad menekankan bahwa komunikasi langsung dengan anggota merupakan kunci kepemimpinan yang efektif.
“Tidak hanya dibutuhkan kepedulian, tidak hanya dibutuhkan pengarahan-pengarahan, tetapi hatimu harus ada di situ. Kamu harus cek, kamu harus turun, kamu harus bicara langsung. Komunikasi langsung dengan anggota harus kalian lakukan,” tegasnya dikutip dari rilis TNI AD, Selasa (21/4).
Baca Juga: Kapal Perang AS Melintas Selat Malaka, TNI AL Tegaskan Hak Lintas Transit
Ia menambahkan, seorang komandan harus mampu berperan sebagai orang tua, mitra kerja, sekaligus guru dan pelatih. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan terbentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.
Program pendidikan ini diikuti oleh 27 peserta Pendidikan Danbrig/Danmen, 115 peserta Pendidikan Danyon/Danden, serta 53 peserta Pendidikan Wadanyon. Selama delapan minggu, mereka akan menjalani penilaian komprehensif yang mencakup aspek sikap dan perilaku, kemampuan jasmani, serta keterampilan militer seperti menembak, renang militer, lintas medan, ketahanan mars, bela diri taktis, dan kesegaran jasmani.
Seleksi ketat dan pola pendidikan terprogram diharapkan melahirkan komandan yang mampu membawa pengaruh positif, membangun semangat, serta memperkuat soliditas satuan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Wakasad mengingatkan bahwa kepemimpinan yang humanis bukan hanya soal kedekatan personal, tetapi juga harus mendorong efektivitas, arah yang jelas, dan tanggung jawab dalam setiap tugas. Dengan demikian, kepemimpinan yang dibangun akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesiapan dan kemajuan TNI Angkatan Darat.
