Foto:Dok. KemenPPPA
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengajak anak muda mengenali akar budaya dan potensi bangsa.
Dalam pertemuan pasca KTT Pemuda BRICS+ yang digelar Indonesian Youth Diplomacy (IYD) di Kemenpora, Senin (10/11), Veronica menegaskan pentingnya mengenali akar budaya sebagai pondasi menghadapi tantangan global.
Menurutnya, kekuatan utama Indonesia terletak pada keragaman budaya, sumber daya alam, dan kearifan lokal.
“Anak muda perlu bergerak dari akar-akar itu, membuat dampak nyata dari potensi lokal, sambil memanfaatkan teknologi dan digital,” ujarnya dikutip dari kemenpppa.go.id, Rabu (12/11).
Veronica menambahkan, kemajuan bangsa tumbuh dari potensi lokal yang dikelola kreatif dan berkelanjutan. Ia menyebut contoh gerakan komunitas seperti Kampus Bambu di NTT dan Kampung Ilmu yang mengembangkan pertanian berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, kedua komunitas yang perkembangannya didukung pemerintah itu mencerminkan ekonomi restoratif dan pemberdayaan masyarakat, terutama bagi perempuan.
“Ekonomi restoratif berarti kita kembali kepada alam. Kita tanam bambu untuk menjaga air, bangun kebun komunitas berbasis pangan lokal, dan kembangkan turisme yang tidak merusak alam,” tuturnya.
Ia pun mengajak generasi muda menjadi champion perubahan yang menghubungkan nilai lokal dengan peluang global melalui teknologi, inovasi, dan kolaborasi.
“Kita harus menjadi generasi yang bukan hanya penonton, tapi pelaku perubahan,” kata Veronica.
“Bagi pemuda harus bisa membuka diri seluas-luasnya. Saat ini dunia cepat sekali berubah,” tambahnya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pendampingan Penuh bagi Korban Ledakan SMA 72 Jakarta
Veronica juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar tidak terjebak kerja parsial. Menurutnya, bergabungnya Indonesia dalam BRICS pada 2025 membuat RI memiliki wadah baru untuk memperkuat berbagai kerja sama pembangunan berkelanjutan.
“Kita bersyukur Indonesia masuk dalam BRICS, Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran swasta, universitas, komunitas, media, serta para pemuda untuk menciptakan solusi nyata yang berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.
