Jakarta, TM – Grab Indonesia menghadirkan fitur tambahan GERCEP atau Grab Respon Cepat untuk memastikan mitra pengemudi tetap terlindungi di tengah dinamika aksi penyampaian sikap di berbagai kota.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Grab untuk melindungi mitra sebagai garda terdepan layanan, sekaligus memperkuat sistem keamanan dan keselamatan seluruh ekosistem Grab,” ungkap Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi dikutip dari siaran pers Grab Indonesia, Minggu (7/9).
Ia menegaskan, GERCEP lahir dari nilai kemanusiaan. Inisiatif ini bukan sekadar memberi perlindungan, melainkan bentuk tanggung jawab Grab kepada para mitra pengemudi.
Neneng Goenadi menambahkah, Grab percaya bahwa di balik setiap helm, mobil, dan perjalanan, ada manusia dengan keluarga, harapan, sampai kehidupan yang patut dijaga.
“Dukungan medis, konseling psikologis, bantuan ekonomi, hingga pendampingan langsung di lapangan mencerminkan komitmen bahwa keselamatan dan martabat manusia selalu lebih utama daripada sekadar kelancaran layanan,” imbuh Neneng.
Tampilan Layanan LiveChat dalam HelpCenter (Foto: Grab)
Sebelumnya, Grab telah memiliki Satgas dan Incident Response Team (IRT) untuk menangani respon keamanan mitra pengemudi. Namun, GERCEP berbeda karena memfasilitasi setiap laporan darurat dengan lebih cepat, terstruktur, serta terpisah dari penanganan insiden sehari-hari.
Sebagai inisiatif darurat terpadu, GERCEP memiliki tiga saluran khusus darurat yang dapat diakses oleh mitra pengemudi Grab mulai 2 September 2025 hingga pemberitaan selanjutnya. Pertama, Saluran Darurat Khusus di nomor telpon 021-2350-7032.
Saluran tersebut merupakan jalur telepon prioritas yang langsung menghubungkan mitra dengan para agen yang terlatih menangani situasi tanggap darurat, serta didukung sistem antrean khusus. Saluran yang sama juga membantu proses lebih cepat ke Tim Manajemen Krisis bila situasi membutuhkan tindak lanjut.
Kedua yaitu HelpCenter “Bantuan Tanggap Darurat”. Mitra pengemudi dapat mengakses grb.to/gercep, di mana tersedia formulir pelaporan serta tombol “Hubungi Kami” untuk mengajukan bantuan.
Ketiga adalah Layanan LiveChat dalam HelpCenter. Ini merupakan fitur obrolan instan yang memudahkan mitra berkomunikasi langsung dengan para agen yang terlatih menangani situasi tanggap darurat. Selain itu, layanan ini juga didukung agen LiveChat khusus dengan antrean prioritas.
Selain itu, Grab turut menghadirkan ekosistem perlindungan terpadu yang meliputi perlindungan medis dan psikologis. Grab menanggung penuh seluruh biaya perawatan medis bagi mitra yang terdampak, termasuk biaya di luar cakupan asuransi atau BPJS. Layanan konseling psikologis juga tersedia untuk membantu mitra dan keluarga memulihkan diri dari trauma.
Kemudian kemudahan operasional, selama masa demonstrasi atau gangguan layanan, Grab menyederhanakan mekanisme insentif dan memberikan toleransi atas pembatalan order, agar mitra tetap dapat menjalankan tugas dengan aman dan efisien.
Lalu, pendampingan lapangan proaktif. Tim Satgas Grab yang tersebar di berbagai kota memberikan pendampingan langsung di rumah sakit, menjalin komunikasi dengan keluarga, serta memastikan kebutuhan dasar mitra terpenuhi. Informasi rumah sakit rekanan tersedia di tautan: grb.to/RSGrab.
Serta peringatan lokasi rawan via aplikasi yang memberikan sistem notifikasi dalam aplikasi akan memberi peringatan dini kepada mitra terkait titik-titik rawan, sehingga mereka dapat menghindari jalur berisiko.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa keselamatan mitra adalah prioritas utama. “GERCEP bukan sekadar layanan darurat, melainkan bentuk nyata komitmen kami untuk selalu hadir mendampingi mitra di saat paling sulit,” ujarnya.
GERCEP hadir dengan lima keunggulan utama, yaitu akses multi-kanal, respons terstruktur, dukungan menyeluruh, komunikasi terpadu, hingga tim krisis Grab.
GERCEP lahir dari peristiwa di lapangan. Beberapa mitra mengalami luka serius, bahkan kehilangan nyawa. Dari Aji Pratama yang harus menjalani operasi akibat peluru karet, hingga Moh Umar Amarudin yang dirawat intensif. Kehilangan Almarhum Rusdamdiansyah (Makassar) dan Almarhum Affan Kurniawan (Jakarta) menjadi pengingat bahwa mitra bukan sekadar pengemudi, mereka adalah pejuang jalanan, sahabat, dan bagian dari keluarga besar Grab.
Inisiatif ini bukan hanya soal kelancaran layanan, tetapi tentang keberanian untuk hadir, tentang kemanusiaan, dan tentang menjaga martabat mitra di saat paling rentan.
Kemitraan yang Saling Menjaga
Grab memandang hubungan dengan mitra sebagai ikatan saling menjaga, bukan sekadar kerja sama bisnis. Setiap program perlindungan, bantuan kesehatan, dan dukungan psikologis adalah bagian dari tanggung jawab Grab untuk memastikan kesejahteraan mitra.
Penggunaan komisi 20% yang dikelola Grab juga dialokasikan untuk mendukung perlindungan ini, sebuah siklus kontribusi yang kembali kepada mitra dalam bentuk nyata.
Grab berkomitmen memperkuat sistem perlindungan mitra melalui edukasi keamanan berkala dan manajemen risiko, kolaborasi dengan pihak berwenang untuk akses keamanan lebih luas, dan evaluasi berkelanjutan agar respons tetap relevan dan efektif.
“Kami ingin mitra tahu bahwa mereka tidak pernah sendirian. Grab akan terus hadir, mendampingi, dan berupaya sekuat tenaga agar mitra merasa aman, terlindungi, dan didukung sepenuhnya,” tutup Neneng.