Foto:Dok. ASDP
Jakarta, TM – Kepadatan kendaraan arus mudik mengular hingga sekitar 31 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembaran Bali, Minggu (15/3).
Kendaraan yang terjebak dalam kemacetan tersebut didominasi oleh angkutan logistik, kendaraan pribadi, serta sepeda motor yang ingin menyebrang dari Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kepadatan tersebut bahkan menyebabkan sejumlah pemudik kelelahan saat menunggu giliran untuk masuk ke kapal. Beberapa di antaranya bahkan pingsan akibat cuaca panas saat mengantre.
Sejumlah orang yang kelelahan didiagnosis mengalami heat syncope, yakni kondisi pingsan atau pusing mendadak akibat paparan suhu panas tinggi.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan, antrean terjadi karena kendaraan menunggu giliran masuk ke kapal penyeberangan.
“Mereka antre untuk masuk kapal. Bukan macet karena akibat tidak ada pengaturan atau rekayasa,” kata Faizal dikutip dari Kompas.com, Senin (16/3).
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyerangan Aktivis KontraS
Untuk mengurai kepadatan, Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, kemudian memberlakukan pola penuh ‘Tiba Bongkar Berangkat’ (TBB) bagi kapal perbantuan.
Skema tersebut bertujuan mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga kapal dapat segera kembali melayani penyeberangan berikutnya.
“Pemberlakuan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan,” kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale.
