Foto:Dok. Kemenkeu.go.id
Jakarta, TM – Bank Indonesia (BI) menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI,Nita Anastuty, mengatakan hal tersebut dipengaruhi oleh mayoritas UMKM di Indonesia dimiliki dan dijalankan oleh perempuan.
Ia menyebut fakta itu menunjukkan pemberdayaan perempuan merupakan kunci pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Kalau kita lihat statistik, UMKM memang lebih banyak dimiliki oleh perempuan. Bahkan tenaga kerjanya juga mayoritas perempuan,” ujar Nita, dikutip dari beritasatu.com, Rabu (27/8).
Nita pun menyambut baik kehadiran dompet digital sebagai salah satu layanan teknologi finansial yang menyasar pemberdayaan perempuan.
Baca Juga: Wamen PPPA Tekankan Peran Perempuan dalam Mitigasi Krisis Iklim
Menurutnya, akses pembiayaan dan pelatihan kewirausahaan melalui dompet digital akan memperluas dampak ekonomi hingga ke pelosok daerah.
Kendati demikian, ia menyadari sejumlah pekerjaan rumah besar dalam literasi keuangan digital yang harus dihadapi. Nita meyakini kemudahan akses layanan finansial harus diimbangi dengan pemahaman yang baik agar pelaku UMKM terhindar dari praktik ilegal.
“PR kita adalah memastikan akses yang mudah ini dibarengi literasi keuangan yang baik. Kalau tidak, pelaku UMKM bisa menjadi korban pinjol ilegal maupun judol,” kata Nita.
