Jakarta, TM — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi dampak krisis iklim yang semakin nyata.
Pesan tersebut disampaikan Veronica saat menjadi pembicara dalam agenda Perempuan & Perubahan Iklim yang digelar The Lead Institute Universitas Paramadina, Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi kelompok yang rentan terhadap perubahan iklim, tetapi juga mampu tampil sebagai agen perubahan.
Baca Juga: Wamen PPPA Dorong Pemda Hadirkan Lebih Banyak Ruang Ramah Anak
“Perempuan bisa menjadi aktor yang efektif dalam mitigasi maupun adaptasi perubahan iklim,” ujar Veronica, dikutip dari liputan6.com, Selasa (26/8).
Ia menambahkan, perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan strategi pengurangan risiko bencana, adaptasi berbasis komunitas, hingga pengelolaan sumber daya alam di tingkat rumah tangga maupun lingkungan.
“Peran perempuan sebagai pengurus sumber daya alam dan rumah tangga membuat mereka berkontribusi langsung dalam strategi penghidupan yang menyesuaikan kondisi perubahan lingkungan,” jelasnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI: Tunjangan Rumah Rp50 Juta Hanya Sampai Oktober 2025
Kegiatan ini juga mendukung program penguatan ketahanan komunitas pesisir di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2025.
Seperti diketahui, perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok paling terdampak akibat abrasi, rob, serta kerusakan lingkungan yang dipicu krisis iklim.
