Foto:Dok. KJRI New York
Jakarta, TM – Ratusan Diaspora Indonesia di sejumlah negara menggelar aksi solidaritas atas demonstrasi yang terjadi nyaris sepekan di berbagai wilayah di Indonesia, terhitung sejak 25 Agustus 2025.
Salah satu dari gerakan tersebut terjadi di New York, Amerika Serikat hingga Melbourne, Australia. Aksi mereka diumumkan di media sosial X oleh akun @logos_id pada Selasa (2/9).
Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di New York menggelar aksi long march dengan mengenakan pakaian serba hitam dari Central Park menuju Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Senin (1/9).
“‼New York City NOW ‼,” tulis akun @logos_id, mengawali cuitannya.
“Ratusan diaspora Indonesia long march dari Central Park ke KJRI New York City untuk mengenang kehilangan 10 teman dalam demonstrasi pekan ini,” lanjut akun tersebut.
Setibanya di KJRI, mereka berdoa bersama dan menyatakan duka untuk wafatnya sejumlah pengunjuk rasa serta menuntun penegakkan keadilan di Indonesia.
Aksi ditutup dengan menyalakan lilin dan mengheningkan cipta serta penyerahan tuntutan 17+8 ke Konjen KJRI New York yang berjanji akan diserahkan langsung kepada Menteri Luar Negeri.
Baca Juga: PBB Desak Penegakan HAM dan Penyelidikan Transparan atas Penanganan Demo di Indonesia
Gerakan solidaritas serupa juga dilakukan oleh diaspora Indonesia di Melbourne, Australia. Pada hari ini, Selasa (2/9), para WNI berkumpul di Federation Square pukul 14.30 sore waktu setempat.
“SERUAN AKSI KAWAN-KAWAN MELBOURNE DAN SEKITARNYA!! sampai jumpa di Federation Square besok 4.30 pm!” tulis akun @MelBergerak.

Dalam seruannya, akun tersebut mengajak para diaspora di Australia mengenakan atribut berwarna merah jambu atau pink.
Adapun warna pink yang dipadu dengan hijau tua belakangan ramai dipakai warga Indonesia dalam aksi protes di media sosial.
Warna ini dianggap sebagai simbol keberanian, perjuangan serta perlawanan usai seorang ibu berjilbab pink viral karena berani melawan aparat saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan, pekan lalu.
Demonstrasi yang pecah di berbagai wilayah mulanya dipicu oleh tingginya gaji dan tunjangan anggota DPR RI di tengah sulitnya perekonomian Indonesia.
Unjuk rasa kemudian meluas setelah seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Kejadian itu membuat aksi unjuk rasa pecah di sejumlah wilayah. Sebagian dari aksi tersebut berujung panas hingga sejumlah warga meninggal dunia dan beberapa aktivis ditangkap polisi.
