Dr-Marwan-Al-Sultan (Foto:Dok.MER-C)
Jakarta, TM – Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Marwan al-Sultan beserta keluarganya tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel pada Rabu (2/7). Menurut organisasi Healthcare Workers Watch (HWW) yang berbasis di Palestina, Marwan adalah tenaga kesehatan ke-70 yang tewas akibat serangan Israel dalam 50 hari terakhir.
Mengutip Al Jazeera Arabic, Marwan bukan hanya sekadar kepala rumah sakit. Ia adalah sumber informasi penting mengenai situasi warga Palestina di wilayah utara Gaza yang terisolasi.
Selain itu, ia juga dikenal lantang dan sering meminta kepada komunitas internasional untuk melindungi keselamatan tenaga medis, terutama ketika tentara Israel melakukan pengepungan dan menyerang Rumah Sakit Indonesia, yang merupakan fasilitas medis terbesar di utara Gaza.
“Pembunuhan dokter Marwan al-Sultan oleh militer Israel adalah kerugian yang sangat besar bagi Gaza dan komunitas medis secara global. Ini akan berdampak, menghancurkan sistem pelayanan kesehatan di Gaza,” ujar Direktur HWW Muath Alser, dilansir The Guardian, Kamis (3/7).
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, turut berduka atas meninggalnya Marwan. Indonesia mengapresiasi segala jasa dan perjuangan Marwan al-Sultan selama ini, khususnya perjuangan perdamaian di Palestina.

“Indonesia turut berduka atas wafatnya dr. Marwan al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, beserta keluarganya pada tanggal 2 Juli 2025 dan mengutuk serangan Israel tersebut,” tulis Kemlu RI melalui akun X @Kemlu_RI, Kamis (3/7).
Baca Juga: Saling Klaim Kemenangan, Iran-Israel Sepakati Gencatan Senjata
Kemlu RI menyatakan pemerintah akan terus melakukan monitoring RS Indonesia di Gaza. Israel tercatat berulang kali menjadikan RS Indonesia di Gaza sebagai target serangan, khususnya sejak mereka memulai agresi terhadap wilayah kantong itu pada 7 Oktober 2023.
Fasilitas kesehatan tersebut terakhir diserang Israel pada akhir Mei lalu dan menyebabkan kerusakan struktural parah yang berdampak pada terhambatnya layanan kesehatan warga setempat.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan salah satu fasilitas medis terbesar dan terpenting di wilayah utara Jalur Gaza. Diresmikan pada tahun 2016 oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, rumah sakit tersebut dibangun atas inisiatif masyarakat Indonesia melalui sumbangan kemanusiaan dan yang dikumpulkan melalui organisasi kemanusiaan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
