Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Istimewa)
Jakarta, TM – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk 20 hari ke depan. Ia memastikan, tidak ada persoalan terkait subsidi BBM di tengah dinamika konflik di Timur Tengah.
“Masih cukup, 20 hari. Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” ungkap Bahlil jelang rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Senin (2/3).
Ia kemudian menjelaskan, kapasitas pasokan BBM yang berkisar 20 hari tersebut berkaitan dengan keterbatasan fasilitas penyimpanan (storage) BBM nasional yang relatif kecil, bahkan berada di bawah rata-rata standar global.
“Jangan salah persepsi, memang sejak lama kemampuan storage kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21-25 hari, jadi standar nasionalnya minimal itu di 20-21 hari, maksimal 25 hari,” jelas Bahlil.
Menteri ESDM mengakui, pihaknya telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo untuk membangun fasilitas penyimpanan BBM tambahan guna meningkatkan cadangan nasional hingga 90 hari atau setara dengan standar minimum konsensus global.
Baca Juga: Pemerintah Umumkan Mekanisme Pemberian THR untuk ASN dan Swasta
Penutupan Selat Hormuz
Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS) memicu Iran untuk menutup Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia yang berada di selatan Iran. Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Sejumlah negara memiliki tingkat cadangan yang berbeda. Melansir berbagai sumber, Jepang, misalnya, dilaporkan memiliki cadangan minyak hingga 254 hari atau sekitar 8,5 bulan.
Di sisi lain, Australia memiliki cadangan bensin untuk sekitar 36 hari, diesel untuk 34 hari, dan bahan bakar jet untuk 32 hari. Adapun India tercatat memiliki sekitar 100 juta barel cadangan minyak mentah komersial, yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama sekitar 40-45 hari.
