Foto:Dok.swararahima.com
Jakarta, TM – Sejumlah perempuan yang tergabung dalam jaringan ‘Perempuan Jaga Indonesia’ menyampaikan seruan moral atas tragedi yang terjadi selama aksi demonstrasi di berbagai titik Indonesia sejak 25 Agustus 2025. Mereka menyatakan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam setiap aksi unjuk rasa.
Dalam seruan tersebut, Perempuan Jaga Indonesia menyinggung kasus meninggalnya mitra ojek online Affan Kurniawan dan staf DPRD Makassar Syahrinawati. Mereka menyebut keduanya sebagai rakyat Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk hidup aman.
Selain korban jiwa, Perempuan Jaga Indonesia juga menyoroti keterlibatan anak-anak di bawah umur, termasuk pelajar SMP yang ikut serta dalam demonstrasi tanpa sepengetahuan orang tua. Mereka menilai seruan ini membuat banyak keluarga hidup dalam ketakutan.
“Kami tidak bisa berdiam diri melihat sesama perempuan, anak kecil, keluarga, dan rakyat terus menjadi korban,” kata Zumrotin Soesilo, aktivis sekaligus bagian dari jaringan tersebut, dikutip dari mediaindonesia.com, Senin (1/9).
“Bahkan orang sakit dan ibu hamil pun kesulitan mengakses layanan kesehatan karena kondisi yang membahayakan keselamatan,” sambungnya.
Dalam seruannya, Jaringan Perempuan Jaga Indonesia menyampaikan setidaknya enam tuntutan utama kepada Presiden Republik Indonesia dan Ketua Legislatif.
Baca Juga: Ketergantungan Gadget dan Ekonomi Picu Peningkatan Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Pertama, mereka meminta penghentian penggunaan kekerasan dalam pengamanan. Kedua, pemulihan rasa aman di tengah masyarakat.
Kemudian, memastikan perlindungan terhadap perempuan, anak, buruh, migran, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Lalu, menjamin pemenuhan HAM warga negara, termasuk hak berekspresi dan menyampaikan pendapat. Setelah itu, membangun komunikasi dan ruang dialog dengan rakyat.
“Memastikan tidak ada kekerasan berbasis gender selama kegiatan penyampaian aspirasi,” bunyi tuntutan terakhir yang diserukan Jaringan Perempuan Jaga Indonesia.
Zumrotin pun menegaskan bahwa suara rakyat, termasuk perempuan dan kelompok rentan, harus benar-benar didengar oleh pemerintah.
“Kami bersumpah menjaga Ibu Pertiwi, menjaga rakyat dan Tanah Air Indonesia yang adil, makmur, dan berkelanjutan,” kata Zumrotin.
“Mari kita saling jaga, jaga keluarga, kerabat, tetangga, dan teman sejawat. Dan kami menyerukan pesan ini langsung kepada Presiden Republik Indonesia,” tambah dia.
Perempuan Jaga Indonesia mengajak masyarakat untuk mengedepankan solidaritas antarwarga di tengah situasi yang penuh ketidakpastian saat ini
