Foto: Dok. (Instagram/AgusSubiyanto91)
Jakarta, TM – Sersan Mayor (Serma) Kristian Namo, ayah kandung dari Prajurit Dua (Prada) Lucky Cepril Saputra Namo meluapkan amarahnya dengan keras atas kejadian yang menimpa putranya, Prajurit Dua (Prada) Lucky Cepril Saputra Namo.
Prada Lucky diketahui tewas usai dianaya seniornya di TNI Angkatan Darat. Kristian meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Ia mendesak seluruh pelaku diberi hukuman mati agar tidak ada lagi korban yang sama seperti anaknya.
“Saya tuntut keadilan, kalau bisa semua dihukum mati biar tidak ada Lucky-Lucky yang lain, anak tentara aja dibunuh apalagi yang lain,” kata Kristian, dikutip dari video yang diterima Think Medio, Jumat (8/10).
Lewat video tersebut, Kristian mengungkap amarahnya dan mengaku akan terus menuntut keadilan walaupun nyawa taruhannya. “Negara bubarkan saja, kalau keadilan tidak pernah terjadi,” tuturnya.
“Keadilan pasti Tuhan akan mendukung yang penting berani, saya tidak takut siapapun kecuali Tuhan,” sambung Kristian.
Baca Juga: KPK Tetapkan Dua Anggota DPR Komisi XI sebagai Tersangka Korupsi Dana Bantuan Sosial BI dan OJK
Mengutip cnnindonesia.com, Prada Lucky Cepril Saputra Namo tewas setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari sejak Sabtu (2/8) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nagekeo. Lucky yang baru menjadi tentara beberapa bulan itu meninggal pada Rabu (6/8) pukul 10.30 WITA.
Prada Lucky mulai mengikuti pendidikan di sekolah calon tamtama (Secatam) TNI AD di Singaraja, Bali sejak Februari 2025. Pada Akhir Mei 2025 Lucky pulang setelah dilantik menjadi anggota TNI AD dan tiga bulan menjalani pendidikan.
Usai menjalani pendidikan sejak Mei 2025, Prada Lucky ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jenazah Prada Lucky pun telah dibawa Nagekeo ke Kupang pada Kamis (7/8) dan saat ini disemayamkan di rumah duka di Asrama Tentara Kuanino.
