Foto:Dok. Kementan RI
Jakarta, TM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan seluruh bantuan dalam program Kementan Peduli untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sibolga, dan Padang dikawal ketat agar tepat sasaran tanpa penyimpangan. Bantuan dikirim melalui jalur darat, udara, dan laut dengan dukungan penuh TNI.
“Setiap proses pengiriman kami kawal secara ketat. Bantuan ini berasal dari mitra strategis, pengusaha, dan pegawai Kementerian Pertanian. Kami pastikan sampai ke tujuan tanpa disalahgunakan,” ujar Amran saat meninjau proses pemuatan logistik ke KRI Banda Aceh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (5/12).
Tahap pertama pengiriman dimulai Kamis (4/12) melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Bantuan telah tiba di Aceh dan diterima BNPB. Hari ini, distribusi dilanjutkan lewat jalur laut sebagai percepatan penyaluran.
“Alhamdulillah bantuan via Hercules sudah diterima BNPB. Hari ini kita berangkatkan lagi dengan kapal laut berkat dukungan Kepala Staf Angkatan Laut,” kata Amran.
Sebanyak 207 truk logistik diberangkatkan, berisi kebutuhan darurat seperti beras, mi instan, minyak goreng, susu, air mineral, makanan siap saji, selimut, dan genset. Total bantuan Kementan Peduli mencapai Rp34,8 miliar dan akan terus bertambah sesuai kebutuhan lapangan.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan reguler berupa 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng. Cadangan beras disiapkan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan agar tidak terjadi kekurangan.
“Tidak boleh ada saudara kita yang kelaparan. Stok beras aman, bahkan Aceh surplus. Negara hadir memastikan distribusi berjalan,” tegas Amran.
Baca Juga: Zulhas Panggul Beras di Lokasi Bencana, Jhon Sitorus: Seolah-olah Jadi Pahlawan
Ia mengapresiasi dukungan TNI AL, TNI AU, TNI AD, Polri, BNPB, Bulog, dan pemerintah daerah dalam operasi penyaluran.
“Ini bukti pemerintah dan rakyat bergerak dalam semangat solidaritas,” ujarnya.
Amran memastikan bantuan akan terus dikirim dalam beberapa gelombang hingga seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi.
“Hari ini kapal pertama berangkat, dua hari lagi tiba di Padang lalu Sibolga dan Aceh. Insyaallah semua berjalan lancar dan bantuan sampai utuh,” tutupnya.
