Kapal Selam Otonomous (KSOT) di Koarmada II, Surabaya, Kamis (30/10/2025). Foto:Dok. Kemhan RI
Jakarta, TM – PT PAL Indonesia kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi teknologi pertahanan laut untuk memperkuat alutsista TNI Angkatan Laut.
Salah satu wujud nyata komitmen ini adalah pengembangan Kapal Selam Otonom (KSOT), yang dipamerkan pada peringatan Hari Armada di Komando Armada II (Koarmada II), Surabaya, Jumat (5/12).
Selain KSOT, beberapa kapal kombatan KRI buatan PT PAL kelas Light Frigate juga hadir, termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menekankan kehadiran KSOT dalam peringatan Hari Armada menunjukkan komitmen PT PAL dalam mendukung modernisasi alutsista TNI AL melalui produk inovasi buatan dalam negeri.
Ia menyebut pengembangan KSOT adalah bagian dari strategi besar PT PAL dalam memperkuat kemampuan Indonesia di bidang teknologi bawah laut.
“Sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian industri pertahanan nasional,” ujar Kaharuddin lewat keterangan resmi.
Baca Juga: Danantara Paparkan Rencana Kerja 2026, Fokus Dampak Ekonomi Nasional
KSOT adalah kapal selam tanpa awak berbasis kecerdasan buatan, yang dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui radio atau satelit, termasuk dari markas atau pangkalan Angkatan Laut menggunakan sistem Autonomous Submarine Command Center (ASCC).
Kapal selam ini sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh anak bangsa, dengan TKDN lebih dari 50 persen.
Pada akhir Oktober 2025, KSOT telah menjalani uji performa dan peluncuran torpedo, yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).
Kaharuddin juga memastikan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut dalam menghadirkan solusi pertahanan maritim yang andal, modern, dan berdaya saing global.
