Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (Kiri) Presiden RI Prabowo Subianto (Kanan). Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden RI Prabowo Subianto mengataan, Indonesia akan mencari penyelesaian yang baik usai Malaysia menolak menggunakan nama “Laut Ambalat” untuk perairan Blok ND6 dan ND7 dalam Peta Baru Malaysia tahun 1979.
Prabowo menambahkan, penyelesaian yang baik itu perlu ada iktikad baik dari kedua negara. Intinya, kata dia, masalah ini perlu diselesaikan secara baik-baik oleh Indonesia maupun Malaysia.
“Ya kita cari penyelesaian yang baik, yang damai, ada iktikad baik dari dua pihak. Kita jangan, biasalah ada mungkin. Intinya kita mau penyelesaian yang baik,” kata Prabowo di Bandung, dikutip Jumat (8/8).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ungkap Alasan Pengelolaan Bersama Blok Ambalat: Hindari Konflik

Pemerintah Malaysia menyebut wilayah maritim yang mencakup Blok ND6 dan ND7, yang terletak di dalam Peta Baru Malaysia 1979, sebagai Laut Sulawesi, dan bukan sebagai “Ambalat”, layaknya istilah yang digunakan oleh Indonesia.
Baca Juga: Kesepakatan Prabowo-Anwar Ibrahim Soal Ambalat Dipertanyakan Pemimpin Sabah
Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Dato’ Seri Mohamad Hasan menggaris bawahi bahwa setiap terminologi harus digunakan dengan benar dan mencerminkan posisi kedaulatan dan hak hukum Malaysia atas wilayah terkait.
“Putusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2002 tentang kedaulatan Kepulauan Sipadan dan Ligitan semakin memperkuat posisi wilayah maritim kita di Laut Sulawesi,” kata dia.
