Foto. Dok: RRI Purbalingga
Jakarta, TM – Pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah mulai hari ini, Senin (4/8). Langkah akselerasi ini menargetkan sekolah formal jenjang sekolah dasar hingga menengah ke atas dan kejuruan, serta madrasah, pesantren, sekolah rakyat, dan sekolah luar biasa (SLB).
“Karena sekolah rakyat itu adalah sekolah berasrama jadi kemarin kita mulainya duluan. Kita sudah melakukan cek kesehatan gratis sekolah rakyat di 72 sekolah,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari setneg.go.id.
Budi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada anak-anak, masalah gigi menjadi keluhan yang paling umum, disusul gangguan mata dan anemia.
“Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,” kata Budi.
Selain itu, salah pemeriksaan dalam CKG Sekolah adalah pemeriksaan kesehatan jiwa. Budi menekankan hal ini penting, mengingat selama ini deteksi dini terhadap gangguan mental anak masih belum optimal.
“Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi menjelaskan pemeriksaan program CKG Sekolah disesuaikan dengan jenjang pendidikan para siswa.
“Dalam Cek Kesehatan Gratis itu juga sesuai dengan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi anak-anak kita, juga beban penyakit yang besar yang dihadapi oleh masyarakat. Itu yang menentukan apa saja yang nanti kita periksa,” ujar Maria.
Baca Juga: Peran Penting Orang Tua Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman Bagi Anak
Berikut daftar pemeriksaan yang dilakukan pada CKG Sekolah:
Pemeriksaan bagi siswa SD/Sederajat (7-12 tahun adalah status gizi; merokok untuk kelas 5-6; tingkat aktivitas fisik untuk kelas 4-6; tekanan darah; tekanan darah; gula darah; tuberkulosis; telinga.
Kemudian mata; gigi; jiwa; hati (hepatitis B); kesehatan reproduksi untuk kelas 4-6; riwayat imunisasi untuk kelas 1.
Lalu, pemeriksaan bagi siswa SMP/Sederajat 13 – 15 tahun yakni status gizi; merokok; tingkat aktivitas fisik; tekanan darah; gula darah untuk kelas 7; tuberkulosis; talasemia.
Kemudian anemia untuk kelas 7; telinga; mata; gigi; jiwa; hati (hepatitis B dan C); kesehatan reproduksi; riwayat imunisasi HPV untuk kelas 9 putri.
Sementara pemeriksaan bagi siswa SMA/Sederajat untuk 16-17 tahun adalah status gizi; merokok; tingkat aktivitas fisik; tekanan darah; gula darah; tuberkulosis; talasemia
Kemudian, anemia untuk kelas 10 putri; telinga; mata; gigi; jiwa; hati (hepatitis B dan C); dan kesehatan reproduksi.
