Menteri koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Foto:Dok.menpan.go.id
Jakarta, TM – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan rencana pemerintah mandatori bioetanol 10 persen atau E10 dapat mejalankan roda perekonomian sektor pangan.
Menurutnya, petani akan meningkatkan produksi pangan seperti tebu, singkong, dan jagung. Mengingat tanaman tersebut merupakan bahan dasar bioetanol.
“Maka, tidak akan ada lahan yang kosong, orang akan tanam jagung, orang akan tanam singkong. Karena 1 hektare sudah saya hitung itu bisa memberikan penghasilan dua kali panen,” katanya, di Jakarta, Selasa (28/10).
Sementara, guna mendukung rencana mandatori bioetanol 10 persen (E10) pada 2027, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki kolaborasi dengan sejumlah pelaku industri singkong, jagung, dan tebu untuk memenuhi target awal produksi 1,4 juta kiloliter etanol.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa Indonesia akan segera memulai proyek mandatori bensin dicampur bahan etanol 10 persen. Dia sebutkan bahwa Presiden Prabowo sudah setuju dengan proyek ini.
Dia juga memastikan pemerintah bakal memberikan insentif untuk mendorong pengembangan industri bioetanol di dalam negeri.
Bahlil berharap sejumlah paket insentif itu bisa mendorong investasi baru untuk pengembangan rantai pasok bioetanol dari sisi hulu bahan baku sampai pabrik pengolahan.
“Pasti ada insentif, bisa ada tax holiday, kemudian market captive,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Jumat (24/10).
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Hashim Djojohadikusumo Jadi Pimpinan Delegasi Indonesia di COP30 Brasil
Bahlil menegaskan pemerintah mendorong bahan baku serta rantai pasok program mandatori bensin dengan bioetanol itu bisa dipenuhi di dalam negeri.
“Kami rencana untuk semuanya dipenuhi dari dalam negeri, jadi kalau mau kita investasi dalam negeri,” tuturnya.
