Foto:Dok. Kemendikdasmen
Jakarta, TM – Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah akan menjangkau 71.744 satuan pendidikan pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp14 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa penambahan sasaran tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” ujar Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5).
Mu’ti menjelaskan, pelaksanaan program revitalisasi tahun 2026 sudah mulai berjalan. Hingga saat ini, pemerintah telah menuntaskan ribuan kerja sama dengan sekolah dan menyalurkan bantuan senilai Rp2,6 triliun.
“Dalam tahun 2026 ini telah diselesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen
Sejumlah proyek revitalisasi juga telah memasuki tahap awal pembangunan di berbagai daerah.
Pemerintah menetapkan prioritas bagi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Selain itu, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat juga menjadi fokus utama program.
“Revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak bencana, baik di Sumatera maupun wilayah lain. Sekolah di daerah 3T dan sekolah yang rusak berat, meski bukan di daerah bencana, tetap kami prioritaskan,” tegas Mu’ti.
Dengan target besar tersebut, pemerintah berharap revitalisasi sekolah dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, sekaligus memastikan anak-anak di seluruh pelosok negeri memperoleh akses belajar yang layak dan aman.
