Foto:Dok. DPR RI
Jakarta, TM – Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menyayangkan peristiwa penikaman Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara, hingga tewas.
“Kami merasa terkejut dan menyayangkan peristiwa itu, sangat mengenaskan. Di tengah kemajuan yang sudah kita rasakan dan kita upayakan terus sebagai sebuah bangsa, seharusnya semua persoalan bisa diselesaikan dengan dialog, kepala dingin, dan tanpa emosi,” kata Doli kepada wartawan, Senin (20/4).
Doli berharap kejadian tersebut tidak ada kaitanya dengan urusan politik, terutama Partai Golkar.
“Dan kalau ini pun urusannya pribadi, saya berharap pihak keluarga juga tidak meresponsnya dengan pendekatan yang sama,” kata Doli.
“Sebaiknya kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya. Dan Alhamdulillah pelakunya sudah ditangkap,” tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Pertumbuhan Ekonomi, Libatkan Puluhan Menteri dan Lembaga
Wakil Ketua Baleg DPR ini mengimbau jajaran Partai Golkar di Maluku Tenggara bisa mengendalikan diri. Golkar menyampaikan duka mendalam atas kepergian dari Nus Kei.
“Saya berharap kepada seluruh jajaran partai Golkar, terutama di Maluku Tenggara dapat tetap mengendalikan diri, jangan terpancing emosi, dan untuk ikut mendinginkan situasi, sambil mengawal proses hukum dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujar Doli.
“Tentu kami keluarga besar partai Golkar turut berduka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.
“Tentu kami keluarga besar partai Golkar turut berduka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.
Diketahui, dua pelaku penikaman Nus Kei berinisial HR (28) dan FU (36) dipindahkan ke Mapolda Maluku, Kota Ambon. Pelaku dipindahkan dari Maluku Tenggara karena alasan keamanan.
“Kedua pelaku penikaman tewaskan Nus Kei telah dipindahkan ke Ambon untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, Senin (20/4).
