Foto:Dok. Istimewa
Jakarta,TM – Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendirikan posko kesehatan di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat pascabencana dengan layanan kesehatan gratis dan terpadu.
Satgas Bencana Alam RSPPN Kemhan, Astri Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan di lapangan meliputi infeksi saluran pernapasan atas, diare, sakit pinggang, hingga hipertensi.
Posko kesehatan yang berlokasi di Batalyon 111 Dharma Bakti ini setiap harinya melayani 50 hingga 100 pasien.
Selain pelayanan di posko, tim kesehatan juga bergerak secara mobile ke sejumlah desa terdampak, seperti Desa Majapahit, Desa Bandar Maligai, dan Desa Rumoh.

“Kami lakukan selang-seling. Hari ini di posko kesehatan, besoknya kami keliling,” ujar Astri yang memiliki spesialis rehabilitasi medik, Minggu (4/1).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Bentuk Satgas Kuala untuk Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana
Dokter umum Puskesmas Manyak Payed menambahkan bahwa kasus pascabencana yang sering muncul antara lain diare, demam, hingga muntah. Semua pasien, jelasnya, dapat ditangani dengan baik berkat dukungan obat-obatan yang jumlahnya memadai dan stoknya melimpah.
Selain mendirikan posko, tim kesehatan RSPPN dan TNI juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara door-to-door untuk menjangkau warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Pendekatan ini memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari layanan medis.
Kehadiran posko kesehatan mendapat sambutan positif dari warga.
“Alhamdulillah bisa ada obat untuk anak-anak,” ungkap seorang ibu penerima layanan kesehatan.
Pendirian Posko Kesehatan di Aceh Tamiang menjadi bukti nyata komitmen RSPPN Kemhan dan TNI dalam memberikan pelayanan kesehatan pascabencana.
Sinergi ini tidak hanya mempercepat pemulihan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan rasa aman di wilayah terdampak.
