Ketum PSI Kaesang Pangarep (Foto:Dok.PSI)
Jakarta, TM — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menargetkan Jawa Tengah menjadi basis kekuatan utama atau “kandang gajah” PSI pada Pemilu 2029 mendatang.
Ambisi tersebut disampaikan Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Jawa Tengah di Hotel Sunan, Solo, Kamis (8/1). Menurut Kaesang, Rakorwil menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur partai menjelang verifikasi partai politik pada 2027.
“Ketua Dewan Pembina PSI sudah menyampaikan bahwa kunci kemenangan kita adalah struktur. Karena itu saya minta struktur PSI di Jawa Tengah benar-benar solid agar pada Pemilu 2029 kita bisa menang mutlak di sini,” ujar Kaesang dalam sambutannya.
Ia berharap pada Pemilu 2029 mendatang semakin banyak kader PSI yang berhasil lolos ke lembaga legislatif maupun eksekutif. Untuk mencapai target tersebut, Kaesang meminta seluruh mesin partai bekerja secara gotong royong.
“Sanggup nggih 2029? Pemilu selanjutnya Jawa Tengah kandang gajah. Tidak usah kandang yang lain. Tempatnya gajah sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai wajar jika seorang ketua umum partai memompa semangat kader dengan target tinggi. Menurutnya, hal itu dilakukan agar kader tetap termotivasi bekerja memenangkan partai dalam setiap kontestasi pemilu.
“Kaesang tampaknya berupaya menanamkan optimisme dengan memberi target tinggi kepada kader PSI di Jawa Tengah. Namun, semua orang juga tahu bahwa target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” kata Jamiluddin melalui pesan singkat, Senin (12/1).
Ia menilai PSI belum memiliki figur dengan nilai jual politik yang kuat, termasuk Kaesang sebagai ketua umum. Jamiluddin menduga Kaesang masih mengandalkan figur ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Namun nilai jual Jokowi sejak lengser dari jabatan presiden hingga sekarang terus menurun. Bahkan jika melihat trennya, nilai jual Jokowi diperkirakan mencapai titik terendah pada 2029,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Jamiluddin, harapan Jokowi dapat mendongkrak suara PSI di Jawa Tengah, apalagi menjadikannya sebagai basis utama partai, dinilai terlalu muluk.
“Berharap Jokowi bisa membuat PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah kiranya hanya mimpi di siang bolong,” tegasnya.
Ia juga menilai persaingan langsung antara PSI dan PDI Perjuangan di Jawa Tengah tidak seimbang. Menurutnya, membandingkan Kaesang dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ibarat bumi dan langit.
“Kapasitas kader PSI juga belum setara. Kader PDIP jauh lebih ideologis dan lebih diterima oleh masyarakat Jawa Tengah,” jelasnya.
Selain itu, PDIP dinilai telah mengakar kuat di Jawa Tengah selama puluhan tahun. Kondisi tersebut membuat partai lain, terutama PSI, akan sangat sulit menggusur dominasi PDIP di wilayah tersebut.
“Faktor historis dan basis massa membuat PDIP tetap sulit ditandingi di Jawa Tengah,” pungkas Jamiluddin.
