Wamen PPPA, Veronica Tan menghadiri Kongres Anak di Semarang. (sumber: Kemen PPPA)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menghadiri Konferensi Anak di Semarang pada Kamis (21/8).
Dalam forum yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang tersebut, anak-anak dari berbagai latar belakang menyuarakan aspirasi mereka.
Beberapa isu yang mereka ungkap antara lain perundungan (bullying); pengakuan prestasi non-akademik; hingga kebutuhan ruang dan dukungan bagi anak-anak disabilitas.
Veronica mengapresiasi inisiatif ini dan mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan lebih banyak ruang publik yang layak dan ramah anak.
“Kehadiran negara sangat penting dalam memenuhi hak dan aspirasi anak. Anak-anak harus punya ruang olahraga, ruang ekspresi seni, hingga tempat bermain,” kata Veronica.
“Itu adalah bentuk lingkungan positif yang mampu mengalihkan anak dari paparan negatif,” sambung dia.
Baca Juga: Wamen PPPA Dorong Kolaborasi Pengembangan Koperasi Pertanian Hidroponik di Rusun Marunda
Selain itu, Veronica juga menyoroti pentingnya peran pendidik dalam menangani kasus perundungan dan mendorong pengakuan yang setara bagi prestasi non-akademik dalam sistem pendidikan.
“Sepintar apapun seseorang, tanpa budi pekerti dan empati, semuanya akan sia-sia. Gunakan teknologi, tapi jangan diperbudak oleh teknologi,” tegasnya.
Pada momen itu, Veronica juga mengingatkan pentingnya dukungan daerah terhadap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis.
Menurutnya, kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menyukseskan program prioritas pemerintah.
“Kalian adalah generasi masa depan, generasi AI. Tapi yang membedakan kalian dengan mesin adalah hati dan nurani. Itulah yang harus kalian jaga,” tutur Veronica kepada peserta Kongres Anak.
