Wamen PPPA, Veronica Tan di KPAI. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penyampaian informasi terkait kekerasan terhadap anak, baik di media maupun media sosial.
Hal tersebut disampaikan Veronica saat di agenda ‘Media Briefing bertema Media dan Ruang Publik Ramah Anak: Menakar Batas, Etika, dan Tanggung Jawab dalam Penyebaran Informasi’ di Kantor KPAI, Jakarta, pada Selasa (18/11).
Menurut Veronica, narasi publik harusnya tidak sensasional, tidak membuka identitas, dan bebas stigma. Karena pada kasus kekerasan yang berkaitan dengan anak, mereka sebagai saksi, korban atau pelaku bisa viral dalam hitungan menit.
“Narasi yang beredar dalam pemberitaan sudah tidak lagi berperspektif anak. Hal ini dapat menimbulkan risiko besar,” kata Veronica, dikutip dari kemenpppa.go.id, Kamis (20/11).
Sejumlah risiko yang dimaksud Veronica antara lain: memicu stigma pada anak, membuka identitas anak, memperburuk trauma, hingga mengganggu proses pemulihan anak yang menjadi korban.
Dalam kesempatan tersebut, Veronica juga menyebut pers, pemerintah, sekolah, masyarakat memiliki tanggung jawab moral dan etik untuk memastikan bahwa narasi publik selalu berpihak pada kepentingan terbaik anak.
“Narasi publik atau cara berkomunikasi tentang isu anak harus sangat hati-hati agar tidak bias, berdasarkan etika, menjaga kepentingan terbaik anak, dan juga mencegah normalisasi kekerasan,” tegasnya.
Baca Juga: Wamen PPPA Dorong Peran Media Lawan Misinformasi Kesehatan
Ia mengatakan jangan sampai konten kekerasan yang melibatkan anak justru menimbulkan trauma. Sebab pemberitaan yang sensasional berpotensi memicu copycat behavior (perilaku meniru) pada anak.
“Karena anak-anak melihat kekerasan sebagai sesuatu yang mendapat sorotan maupun pembenaran sosial,” tambahnya.
Ia pun menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antar pemerintah, baik kementerian/lembaga, kepolisian, hingga pemerintah daerah, serta memastikan partisipasi aktif media menciptakan narasi publik yang berpihak pada anak
“Dengan langkah bersama, respon terhadap kasus yang viral dapat dilakukan cepat dan terukur,” ucapnya.
Veronica juga mengajak pemerintah, guru, masyarakat, hingga media sebagai penyampai informasi untuk meningkatkan pedoman komunikasi publik berperspektif perlindungan anak lebih komprehensif sesuai dengan perkembangan zaman.
