Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Indonesia dan Peru menandatangani tiga dokumen kerja sama strategis dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, ke Jakarta, Senin (11/8).
Salah satu pencapaian utama dari pertemuan ini adalah penandatanganan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP CEPA), sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif yang diselesaikan hanya dalam waktu 14 bulan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut hangat penandatanganan IP CEPA yang dinilai akan membuka akses pasar lebih luas dan meningkatkan aktivitas perdagangan antara kedua negara.
“Perjanjian ini akan memperluas akses pasar serta meningkatkan aktivitas perdagangan kedua negara,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Peru di Istana Merdeka.
Ia juga mengapresiasi kecepatan proses perundingan yang dinilai luar biasa.
“Biasanya perundingan seperti ini memakan waktu bertahun-tahun. Tapi Indonesia dan Peru berhasil menyelesaikannya hanya dalam 14 bulan,” tambahnya.
Baca juga: 50 Tahun Diplomatik, Indonesia–Peru Sepakati Langkah Strategis Perkuat Kemitraan
Presiden Dina Boluarte turut menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif IP CEPA bagi pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, perjanjian ini akan memperkuat hubungan ekonomi dan menjadi landasan kerja sama di berbagai sektor seperti investasi, jasa, dan perdagangan digital.
“CEPA adalah bukti tekad pemerintah kita untuk mendorong perdagangan yang lebih bebas dan memperkuat perekonomian,” kata Presiden Boluarte.
Selain IP CEPA, kedua negara juga menandatangani deklarasi bersama dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Peru. Deklarasi ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis.
“Perjanjian ini memberikan gambaran bahwa kita akan menjalin hubungan yang lebih baik dan memperkuat momentum positif untuk masa depan,” ujar Presiden Peru.
Dokumen ketiga yang ditandatangani adalah Memorandum of Understanding antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dan Komisi Nasional untuk Pengembangan dan Hidup Tanpa Narkoba Republik Peru. Kesepakatan ini mencakup kerja sama teknis dalam pemberantasan produksi dan perdagangan gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama ini dalam menghadapi ancaman narkotika yang membahayakan masyarakat kedua negara.
Baca Juga: Dirut BUMN Agrinas Pangan Mengundurkan Diri, Ungkap Dukungan Anggaran Masih Nol
“Kita sepakat untuk bekerja sama dalam pemberantasan narkotika dan perdagangan ilegal. Ini sangat membahayakan kedua negara kita,” tegasnya.
Dengan penandatanganan ketiga dokumen ini, Indonesia dan Peru menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat hubungan bilateral, memperluas kerja sama ekonomi, dan bersama-sama menghadapi tantangan global.
