KemenPPPA lakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Banyuwangi. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/9).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kementerian Sosial dalam rangka monitoring dan evaluasi Sekolah Rakyat Terintegrasi di dua wilayah Kabupaten Banyuwangi, yakni di Gedung Balai Diklat Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.
Adapun kunjungan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan perlindungan anak melalui dialog dengan kepala sekolah, pengurus, serta siswa Sekolah Rakyat.
Staf Khusus Menteri Bidang Perlindungan Anak KemenPPPA, Zahrotun Nihayah, menyampaikan bahwa KemenPPPA mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Rakyat dengan menekankan pentingnya perlindungan anak dan kesetaraan gender.
Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir bukan hanya untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi juga memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas pendidikan, kesehatan, pengasuhan, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Baca Juga: Nikita Mirzani Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU, Saksi Ungkap Produk Bermasalah
“Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya,” ujar Zahrotun, dikutip dari kemenpppa.go.id, Jumat (19/9).
Selain berdialog dengan komponen sekolah, Zahrotun juga mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk membahas temuan yang diperoleh dari kunjungan ke Sekolah Rakyat.
“Hasil dari dialog ini akan menjadi dasar untuk mengintegrasikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sehingga menjadi Sekolah Rakyat yang Ramah Anak,” tuturnya.
