Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Foto:Dok. Era.id)
Jakarta,TM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat peran koperasi dalam sistem distribusi pangan nasional.
Amran menyampaikan bahwa koperasi akan menjadi garda terdepan dalam menyalurkan pupuk, sarana produksi pertanian, hingga menjadi off-taker komoditas strategis seperti beras dan gula.
“Insyaallah pertanian akan mendukung penuh. Koperasi-koperasi akan menjadi distributor pupuk dan sarana produksi pertanian, sekaligus off-taker untuk beras, gula, dan lainnya,” ujar Amran di hadapan Wakil Panglima TNI dan sejumlah menteri terkait di Cilangkap, Jakarta, Jumat (10/10).
Amran mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian. Produksi beras nasional, misalnya, mencapai 34 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi sekitar Rp500 triliun. Komoditas lain seperti minyak goreng dan gula juga menyumbang nilai yang signifikan.
Namun, menurutnya, tantangan utama terletak pada panjangnya rantai pasok yang selama ini melibatkan hingga delapan lini distribusi.
“Yang paling penting bagi pertanian adalah memperpendek rantai pasok dari delapan lini menjadi tiga. Dari petani, ke koperasi, langsung ke konsumen,” jelasnya.
Ia menyoroti peran para perantara (middleman) yang selama ini meraup keuntungan hingga Rp313 triliun dari sembilan komoditas utama. Dengan memperkuat peran koperasi, Amran memperkirakan koperasi bisa memperoleh keuntungan hingga Rp50 triliun dari sembilan komoditas tersebut.
“Artinya apa? Petaninya sejahtera, konsumennya tersenyum,” katanya.
Baca Juga: Indonesia Tidak Akan Terbitkan Visa bagi Atlet Israel di Kejuaraan Senam Artistik Dunia 2025
Lebih lanjut, Amran menekankan bahwa pemangkasan rantai pasok akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat.
“Dulu beli satu kilo, sekarang bisa lebih karena distribusinya hanya tiga lini,” tambahnya.
Terkait pengawasan, Amran menyatakan bahwa Kementan akan bekerja sama dengan pengawas internal koperasi.
“Koperasi punya pengawas dan manajemen sendiri. Tapi yang terpenting, rantai pasok pendek ini menguntungkan seluruh rakyat Indonesia. Ini solusi permanen, daripada terus-menerus operasi pasar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memastikan bahwa pasokan pupuk dan bibit dari Kementan tetap terjaga kualitasnya. Fokus utama, menurutnya, adalah memastikan distribusi komoditas seperti beras dan gula berjalan efisien melalui jalur koperasi.
