Foto:Dok.ruangpenggerak
Jakarta, TM – Penulis kondang, Tere Liye melontarkan kritik tajam atas rangkap jabatan wakil menteri (Wamen) yang juga menjadi komisaris PT Telkom. Padahal, Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini memutuskan bahwa rangkap jabatan di kabinet melanggar Undang-Undang.
Ada pun, tiga Wamen tersebut adalah Angga Raka Prabowo yang menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Ossy Dermawan yang menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Silmy Karim yang menjabat sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Seriusan, jika kalian TIDAK bisa menghormati peraturan, kenapa rakyat harus hormat? Kalian mengencingi keputusan MK, kenapa rakyat harus bayar pajak?” kritik Tere Liye.
Tapi, lanjut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, pemerintah dengan nyata-nyata malah mengangkat wamen-wamen lainnya jadi komisaris di Telkom.
Baca Juga: Publik Minta ‘Stop’ Penggunaan Sirine hingga Strobo di Pengawalan dan Mobil Pejabat
Penulis novel-novel best seller ini juga menilai pemerintahan saat ini merasa sangat berkuasa dan tidak peduli dengan peraturan bahkan memposisikan diri berada di atas peraturan.
“Mentang-mentang kalian berkuasa, kalian bisa semaunya? Menteri yang memaksakan wamen-wamen ini jadi komisaris jelas tidak peduli sama sekali dengan peraturan. Dia merasa hebat, berada di atas peraturan,” kritiknya.
Dia pun menilai, kewajiban membayar pajak yang diberikan kepada rakyat menjadi sia-sia jika pemerintah yang harusnya menegakkan aturan justru menjadi pelanggar aturan.
“Sudah saatnya semua rakyat juga bodo amat dengan peraturan, pajak-pajak. Buat apa?” tutup Tere Liye.
