Foto:Dok. Bahlil Lahadalia
Jakarta, TM – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh masih menyisakan persoalan serius di sejumlah sektor, salah satunya kelistrikan. Hingga kini, ratusan desa belum kembali teraliri aliran listrik.
Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengirimkan bantuan darurat berupa 1.000 unit genset untuk warga terdampak.
Bantuan dilepas langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (28/12), dan dikirim menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.
Sebanyak lima pesawat dikerahkan untuk mengangkut seluruh genset menuju Aceh. Setiap pesawat membawa sekitar 200 unit genset dengan kapasitas antara 5 hingga 7 kiloVolt Ampere kVA.
“Kementerian ESDM hari ini mengirimkan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata 7 kVA, antara 5 sampai 7 kVA,” kata Bahlil.
“Bantuan ini juga ditujukan untuk saudara-saudara kita yang masih berada di tenda-tenda pengungsian agar bisa mendapatkan fasilitas listrik,” tambahnya.
Bahlil menjelaskan, sistem kelistrikan tegangan tinggi di Aceh pada dasarnya telah kembali terhubung, baik melalui backbone Sumatera maupun jaringan Arun, Bireuen, dan Nagan Raya.
Namun, masalah utama masih terjadi pada jaringan tegangan rendah yang belum dapat difungsikan akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir.
“Kondisi jaringan rendah masih banyak yang belum bisa kita masuki karena infrastruktur belum selesai diperbaiki. Sebagian wilayah juga masih tergenang air,” jelasnya.
Baca Juga: Partai Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD
Data Kementerian ESDM bersama PLN menunjukkan, hingga saat ini masih terdapat 224 desa di 10 kabupaten di Aceh yang belum teraliri listrik. Dampak terparah terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Akibatnya, sekitar 35.000 rumah tangga masih hidup tanpa pasokan listrik.
Bahlil menegaskan, pengiriman 1.000 genset ini merupakan tahap pertama. Pemerintah akan kembali mengirimkan bantuan tambahan pada tahap berikutnya sambil menunggu perbaikan infrastruktur kelistrikan di daerah terdampak rampung.
Selain genset, Kementerian ESDM juga menyiapkan dukungan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar untuk operasional genset tersebut.
“BBM-nya akan ditangani langsung oleh teman-teman Pertamina Patra Niaga, sehingga saudara-saudara kita yang terdampak bencana bisa terus merasakan kehadiran dan pelayanan negara, khususnya di sektor energi, dalam hal ini listrik,” pungkas Bahlil.
