Wamen PPPA, Veronica Tan menghadiri pengenalan Sekolah Garuda di Gorontalo. (Foto:Dok. kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mengajak semua pihak memastikan Sekolah Garuda dapat menjadi sekolah yang nyaman dan aman untuk belajar, bebas dari kekerasan , perundungan dan diskriminasi.
Hal tersebut disampaikan Veronica saat menghadiri pengenalan Sekolah Garuda Transformasi di MAN Insan Cendekia Gorontalo bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar serta pejabat lintas kementerian, Rabu (8/10).
Adapun kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran serentak Sekolah Garuda di 16 titik di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah Garuda bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi rumah kedua bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan menghargai hak anak,” kata Veronica, dikutip dari kemenpppa.go.id, Kamis (9/10).
Veronica mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan seluruh ekosistem pendidikan bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi agar setiap anak dapat belajar dengan bahagia serta percaya diri meraih potensi terbaiknya.
Baca Juga: Seorang Siswa Meninggal Dunia Usai Dirundung, Menteri PPPA Minta Sekolah Aktifkan TPPK
“Kami berharap anak-anak dapat tumbuh, belajar dan bermimpi tanpa rasa takut,” tambahnya.
Veronica mengatakan Sekolah Garuda hadir untuk memberikan akses yang sama bagi seluruh anak Indonesia, termasuk anak perempuan, agar dapat meraih prestasi terbaiknya.
Ia mengatakan upaya ini akan menjadi kesempatan semua anak untuk bersinar dan mendapat kesempatan tanpa perbedaan gender, latar belakang, maupun wilayah asal.
“Saya harapkan juga peran aktif orang tua dan guru dalam menumbuhkan semangat belajar serta percaya diri anak-anak, agar mereka berani bermimpi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar Veronica.
